Beritahati.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil sejumlah saksi dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), kasus suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan ada pejabat PT PLN (Persero) yang dipanggil penyidik KPK berkaitan dengan kasus tersebut. KPK membutuhkan keterangan yang bersangkutan sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) nonaktif Sofyan Basir.


“Ada sejumlah pihak yang dipanggil penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir (SFB),” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Kamis (16/5/2019).


Febri menjelaskan, sejumlah saksi yang dipanggil diantaranya Syamsul Huda selaku Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN dan Machnizon sebagai Direktur Bisnis PLN Kalimantan.


Penyidik KPK sebelumnya telah menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka karena diduga membantu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mendapatkan suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.


KPK menduga Sofyan dijanjikan jatah yang sama dengan yang diterima Eni dan Idrus Marham, mantan Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia. Sofyan diduga ikut berperan aktif memerintahkan jajarannya agar kesepakatan dengan Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1 segera direalisasi.


KPK menyebut ada berbagai pertemuan di hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah Sofyan terkait pembahasan proyek pembangunan PLTU Riau 1. KPK meyakini Sofyan sedikitnya punya 4 peran dalam proyek PLTU Riau 1.


Pertama, Sofyan diduga berperan menunjuk perusahaan Kotjo untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1. Kedua, Sofyan diduga berperan menyuruh salah satu direktur di PT PLN untuk berhubungan dengan Eni Saragih dan Kotjo.


Ketiga, Sofyan diduga berperan menyuruh salah satu direktur di PT PLN untuk memonitor karena ada keluhan dari Kotjo tentang lamanya penentuan proyek PLTU Riau 1;


Keempat, Sofyan diduga berperan membahas bentuk dan lama kontrak antara CHEC (China Huadian Engineering Company Limited) dan sejumlah perusahaan konsorsium lainnya.


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah