Beritahati.com, Washington - Pengadilan Amerika Serikat, Jumat (17/5) memvonis mantan agen Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat 20 tahun penjara. Vonis itu karena ia menjadi mata-mata China dengan membocorkan rahasia pertahanan AS kepada negara tersebut.


Kevin Patrick Mallory, dari Leesburg Virginia, dinyatakan bersalah oleh juri federal pada Juni 2018 atas sejumlah tuduhan konspirasi untuk membocorkan informasi pertahanan nasional guna membantu pemerintah asing dan membuat pernyataan palsu.


"Kasus ini merupakan salah satu tren yang mengkhawatirkan di kalangan mantan pejabat intelijen AS yang menjadi target China dan mengkhianati negara serta kolega mereka," kata Asisten Jaksa Agung John Demers dikutip Antara dari Reuters.


Departemen Kehakiman mengatakan bahwa Mallory, 62 tahun, memegang sejumlah tugas rahasia dengan agen pemerintah dan kontraktor pertahanan. Ia bekerja sebagai agen kasus rahasia untuk CIA sekaligus agen intelijen di Badan Intelijen Pertahanan (DIA). Mallory memegang izin keamanan rahasia.


Bukti di persidangan Mallory meliputi video CCTV yang diambil dari toko FedEx di Leesburg, tempat Mallory terlihat memindai dokumen yang diklasifikasikan "Secret" dan "Top Secret" ke dalam kartu memori, yang ditemukan penyelidik FBI saat menggeledah rumah Mallory di hari penangkapannya.