Beritahati.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 tingkat nasional lebih cepat dari yang direncanakan. Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin berhasil meraih suara terbanyak 55,50%. Dengan begitu, otomatis menyingkirkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


Menyikapi hal tersebut, pihak keamanan langsung mengambil langkah preventif Siaga-1, karena adanya ancaman terorisme pada 22 Mei 2019 besok. Massa radikal eks Hizbut Tahrir Indonesia, ormas yang sudah dibubarkan pemerintah sejak 2018 silam, membaur dengan massa masyarakat yang berhasil dihasut dengan kebohongan pihak pendukung Prabowo, rencananya akan mengepung KPU akibat kekalahan Prabowo-Sandi.



Yang membingungkan adalah, mereka tidak menerima hasil Pilpres, namun menerima hasil Pileg 2019, padahal keduanya adalah satu paket dalam Pemilu Serentak 2019.


Menurut pantauan Beritahati dari lokasi, Selasa, 21 Mei 2019, gedung KPU RI sudah disterilkan petugas gabungan dari TNI-Polri, dan juga sudah dipasang pagar betis hingga kawat berduri untuk menyekat area jika memang ada massa yang datang.


Pagi tadi sudah mulai ada kelompok kecil yang melakukan aksi demo, namun agak jauh di batas jalan Imam Bonjol, karena arah depan gedung KPU sudah disterilkan.


Video : Miechell / Foto : Ulfa