Beritahati.com, Yogyakarta - Penyakit anthrax menyerang sapi dan kambing milik peternak di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setidaknya 5 sapi dan 2 ekor kambing dinyatakan positif terjangkit spora anthrax.
Mirisnya, dari 3 sapi yang terjangkit anthrax dan mati, justru disembelih di kandang dan 2 yang masih hidup malah dijual ke pedagang sapi.


Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi kepada pihak-pihak terkait untuk mengatasi ternak yang terjangkit anthrax.


"Ada laporan dari petugas di lapangan, di Desa Bejiharjo ada kematian sapi mendadak di 5 peternak sapi. Kami ambil sampel dan dikirim ke Balai Besar Veterina (BBVET) dan hasilnya positif anthrax," terang Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Pemkab Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, Rabu (22/5/2019).


Setelah dipastikan positif anthrax, pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Bupati Gunungkidul dan Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.


"Mereka turun langsung dan memberikan vaksin sebanyak 2.500 dosis atau 48 botol antibiotik dan obat-obatan lainnya. Kita juga sudah siramkan formalin pada tanah yang positif anthrax," ujarnya.


Masyarakat kata Bambang tidak perlu panik akan penyebaran penyakit anthrax karena pihaknya berusaha mengisolir ternak dari Karangmojo tidak menyebar ke daerah lainnya.


"Ternak yang berada di Karangmojo tidak boeh dijual keluar wilayah Karangmojo. Tanah-tanah yang positif anthrax untuk dicor atau ditutup dengan semen karena spora anthrax bisa bertahan hingga 80 tahun," imbuhnya.


Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan penyebaran spora anthrax sangat mudah karena spora berada didalam tanah dan penyebaran bisa melalui alas kaki yang menginjak tanah yang positif anthrax.


"Karena tanah-tanah tersebut disemprot dengan formalin jadi bisa mematikan spora anthrax yang berada di dalam tanah," tandasnya.‎