Beritahati.com, Jakarta - Wakil Presiden Cyril Ramaphosa (66) menang Pemilu dan dilantik sebagai Presiden Afrika Selatan menggantikan Presiden sebelumnya, Jacob Zuma.


Dalam pengambilan sumpah, Ramaphosa berjanji menciptakan lapangan kerja dan mengatasi korupsi yang mengakar dalam pemerintahan.


Ramaphosa merupakan seorang pekerja yang akhirnya bisa merangkak menjadi pengusaha. Dan pada jaman politik warna kulit di sana, Ramaphosa merupakan salah satu aktivis anti-apartheid.


"Bangsa ini memasuki era baru akan harapan dan pembaruan. Mari bekerja untuk pertumbuhan dan peluang ekonomi, untuk lahan produktif dan peluang yang lebih luas, memperkuat kondisi secara efisien, dan beretika. Negara yang bebas dari korupsi," kata Ramaphosa di hadapan 32.000 orang di Stadion Rugby Loftus, Pretoria, Sabtu (25/5/2019), seperti dilansir RRI yang dilihat dari Independent.


Pengambilan sumpah berlangsung dengan Ramaphosa diapit para pemimpin asing termasuk Presiden Kongo Felix Tshisekedi dan Perdana Menteri China Li Keqiang, seperti dilansir Independent.


Kongres Nasional Afrika (ANC) Ramaphosa meraih 57,5 ​​persen mayoritas dalam pemilihan umum sebelumnya pada Mei, turun dari 62 persen pada 2014 ketika para pemilih berbalik melawan partai yang berkuasa karena skandal korupsi pemerintah dan rekor pengangguran terburuk.


Pasca pelantikan, diprediksi ekonomi Afrika Selatan akan menyusut pada kuartal pertama karena pertambangan dan manufaktur melemah, sehingga mendorong bank sentral untuk memotong perkiraan pertumbuhan 2019 menjadi 1 persen.


“Tantangan yang dihadapi negara sangat besar dan saya berdiri di sini untuk mengatakan bahwa masalah akan terpecahkan," kata Ramaphosa dalam pidatonya Sabtu.


Sementara itu, masyarakat Afrika Selatan banyak yang merasa optimis dengan terpilihnya Ramaphosa.


“Saya mencintai presiden saya Cyril Ramaphosa. Saya tahu bahwa selama kami memilikinya di sini, ia akan memberi kami pekerjaan dan mengubah banyak hal,” tutur Patience Shabangu (45) seorang sukarelawan di klinik setempat.


Pada bagian lain, analis politik mengatakan, tes kunci kemampuan Ramaphosa untuk melakukan reformasi akan terlihat saat pengumuman kabinet baru pekan depan.


"Langkah selanjutnya adalah kabinet. Jika berisi sama dengan sebelumnya, dia (Ramaphosa) akan menuai kritik," ujar Daniel Silke, Direktur Political Futures Consultancy.