Beritahati.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan hingga saat ini rupanya masih ada sejumlah kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang belum selesai ditangani. Tunggakan kasus dari periode sebelumnya mulai ditangani saat era kepemimpinan Ketua KPK Agus Rahadjo bersama 4 pimpinan lainnya.


Sejumlah kasus dugaan korupsi yang belum selesai diantaranya kasus dugaan korupsi Bantuan Likuifitas Bank Indonesia (BLBI), kasus korupsi PT. Garuda Indonesia (Persero) hingga dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang yang diduga dilakukan terpidana kasus e-KTP Setya Novanto.


Agus Rahardjo saat ditanya wartawan di Gedung KPK Jakarta menjelaskan hingga saat ini penyidikan masih terfokus ke daerah. Namun meskipun demikian kasus korupsi kelas kakap hingga saat ini juga masih ditangani KPK.


“Kasus Setya Novanto (Setya Novanto) sedang ditangani, begitu juga kasus BLBI mulai ditangani dan BLBI paling tidak sudah ada yang dihukum pada waktu kita kan. Kemudian saya kira sekarang masih berjalan, rasanya sebelum kita meninggalkan sini ada satu lagi mungkin akan memasuki proses hukum berikutnya,” terang Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).


Agus juga berbicara soal pengusutan kasus korupsi PT. Pelindo II, dirinya menegaskan pengusutan kasus tersebut tetap berjalan meski ada kendala.


Menurut Agus, sebenarnya kadus dugaan korupsi di Pelindo II Pak Lino masalahnya terkait penghitungan potensi kerugian negara. KPK mengalami hambatan, meski sudah dikeluarkan lebih dari 3 tahun lalu, namun hingga saat ini tidak direspon oleh pemerintah China. (Tiongkok) akhirnya KPK mengirimkankan laporan penyidikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


“Mudah-mudahan BPK sudah melakukan perhitungan kerugian negara karena itu salah satu jalan untuk selesaikan kasus dugaan korupsi di PT. Pelindo II,” kata Agus Rahardjo.


Agus juga menyinggung soal pengusutan dugaan pencucian uang yang dilakukan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan serta koruptor e-KTP Setya Novanto. Menurut Agus dalam memproses kasus TPPU memang memerlukan waktu yang lama. Kemungkinan kasus tersebut diwariskan ke pimpinan KPK selanjutnya.


"Soal pencucian uang Itu biasanya memerlukan waktu lama, makanya kasus Wawan tadi juga agak lama. Makanya penyidik gerak terus lagi mengumpulan banyak hal. Tapi saya sendiri belum memiliki keyakinan kalau itu selesai jaman saya. Mungkin bisa jadi warisan juga,” sambungnya.


Sememtara itu tunggakan kasus lain yang disinggung Agus diantaranya adalah kasus dugaan korupsi PT Garuda Indonesia (Persero). Menurut Agus kasus itu akan segera disidangkan dalam waktu dekat.


"Untuk Garuda, paling akhir Juli 2019 sudah proses, Insyaallah. Karena kita sudah terima berkasnya semua dari Singapura, ya paling lambat Juli kita sudah limpahkan ke persidangan,” pungkas Agus Rahardjo.