Beritahati.com, Jakarta - Ada makanan tradisional khas Semarang bernama Ketupat Taoge, namun oleh penduduk setempat sudah dinamai sekaligus dikenal sejak dahulu hingga sekarang sebagai Ketupat Jembut. Makanan dengan nama yang cukup riskan ini ini berasal dari Kampung Jaten Cilik, Pedurungan Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.


Seperti dilansir RRI, satu hal yang menarik karena makanan ini pastinya tidak akan kalian jumpai setiap hari. Karena ketupat ini hanya muncul setahun sekali, dalam tradisi Syawalan usai Lebaran (Idul Fitri).


Biasanya, tradisi ini dilakukan orang dewasa dan diperuntukkan bagi generasi yang lebih muda.


“Itu makanan tradisi di Semarang, ketupat ini berisi taoge sambal kelapa. Tapi ada juga yang diisi uang receh. Makanya ketupat ini banyak digemari anak-anak,” kata Adiantoro seorang pewarta asal Semarang, saat dihubungi RRI, Sabtu (15/6/2019).


Adi juga menjelaskan, menurut salah satu tokoh masyarakat di kampung halaman si pewarta yang karib disapa Adi itu, tradisi Ketupat Jembut ini konon sudah ada sejak 1950.


Semua berawal dari warga asli Jaten Cilik yang pulang kampung pasca mengungsi akibat perang dunia kedua.


Namun lanjut Adi kepada RRI, tradisi ini sempat terhenti pada perang dunia kedua. Pasalnya, saat itu masyarakat diharuskan hidup sederhana.


Meski begitu, setelah melewati Ramadhan, warga Jaten Cilik langsung menggelar syukuran dengan membagikan ketupat taoge tanpa opor.


“Katanya, tradisi ini sempat terhenti. Dan masyarakat kembali menggelar tradisi dengan simbol kesederhanaan, dengan memberikan ketupat jembut yang berisi taoge dan kelapa, sebagai symbol kesederhanaan,” pungkas Adi.