Beritahati.com, Jakarta - Dilansir dari sebuah sumber, akhir bulan lalu, WHO menyelenggarakan rapat di Jenewa, Swiss, untuk membuat ketetapan terkait burnout atau stres yang menyebabkan hilangnya semangat kerja seseorang.


Nah, dalam International Classification of Disease (ICD), WHO mendefinisikan burnout atau stres di tempat kerja sebagai sindrom stres kronis yang tidak terkelola dengan baik.


Gejala dari sindrom stres tersebut ada tiga. Tanda yang pertama, penderitanya kehilangan energi dan selalu merasa lelah. Tanda yang kedua, mereka menjadi apatis, memiliki perasaan negatif, sekaligus sinis terkait pekerjaannya sendiri dan orang lain. Dan tanda ketiga adalah berkurangnya profesionalitas.


Meski sudah ditetapkan sejak pertengahan 2019, hadirnya stres di tempat kerja ke dalam kategori penyakit baru akan diberlakukan secara resmi pada Januari 2022. Hal itu diikuti pula dengan perevisian beberapa kondisi gangguan mental serta perilaku adiktif lainnya, terutama terkait seks dan game.


Stres di tempat kerja juga bisa memberikan pengaruh terhadap penurunan kondisi fisik. Tidak cuma satu atau dua saja, tetapi banyak sekali dampaknya.


Beberapa dampak buruk yang diakibatkan oleh stres di tempat kerja terhadap kesehatan fisik seseorang, antara lain:


Rambut semakin menipis (rontok) karena tertekan
Insomnia
Sakit kepala
Gangguan kecemasan
Sariawan dan bibir kering
Jerawat dan gatal-gatal
Penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi dan gangguan irama jantung
Penyakit saluran cerna, seperti sakit perut, sembelit, diare, dan tukak lambung
Sesak napas
Disfungsi ereksi
Gairah seks menurun
Kram, kesemutan, dan nyeri otot