Beritahati.com, Cianjur - Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Yusup Ruhiman mengunjungi kediaman Omo Bin Hasbulloh, di Kampung Sumedang RT001/RW001, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.


Selain dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-73, Kapolsek beserta jajarannya juga bergerak cepat merespon keadaan yang terjadi di masyarakat, dimana Omo Bin Hasbulloh ini tinggal bersama lima orang saudara kandungnya, dalam keadaan sama-sama mengidap penyakit Parkinson. Akan tetapi, bagi warga sekitar, penyakit yang diidap Omo sekeluarga disebut dengan penyakit aneh. Bahkan salah satu keluarga Omo juga mengidap penyakit 'Kaki Gajah'.


Untuk diketahui, pengertian Parkinson menurut medis adalah penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan mempengaruhi bagian otak yang berfungi mengoordinasikan gerak tubuh, sehingga mengakibatkan si penderita kesulitan mengatur gerakan tubuhnya, termasuk saat berbicara, berjalan, dan menulis.


“Saya beserta anggota melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial kepada salah satu keluarga di masyarakat dimana satu keluarga menderita sakit Parkinson. Atas masukan dari Kanit Intelkam Bripka Gamari dan Anggota Bhabinkamtibmas Desa Bojongkasih Bripka Ryan Zuzi, akhirnya kami menggelar kegiatan ini bersama-sama dengan anggota guna meringankan beban hidup keluarga yang menderita Parkinson tersebut,” ujar Kapolsek Kadupandak, AKP Yusup Ruhiman, di Kampung Sumedang, Minggu (16/6/2019).


Omo sebelumnya sempat kebingungan ketika rumahnya mendadak didatangi petugas kepolisian. Menurut Omo, seumur hidupnya, baru kali ini ia didatangi polisi.


“Saya kaget, kiranya saya ada kesalahan sampai bapak ke sini," ucap Omo kepada Kapolsek Kadupandak, Minggu (16/6/2019).



Yusup kemudian menjawabnya, bahwa kunjungannya ini dilakukan dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-73 dan untuk melihat keadaan Omo sekeluarga sekaligus memberikan sedikit bantuan untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari mereka.


“Selama ini saya berobat kampung. Ada juga warga ngasih obat. Belum pernah dirawat ke rumah sakit saya ini pak. Bapak sering-sering datang kemari, ini rumah juga bantuan warga. Tolong pak bantu urus BPJS," tutur Omo mengadu kepada polisi.


Dari enam orang yang sakit, dua sudah punya BPJS. Sedangkan empat lagi belum punya.


Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Yusup Ruhiman lanjut menuturkan, sebelum datang, dirinya memang sudah berkomunikasi dan mendapat masukan dari Kanit Intelkam Bripka Gamari dan Anggota Bhabinkamtibmas Desa Bojongkasih Bripka Ryan Zuzi, bahwa ada sekeluarga menderita Parkinson yang sangat membutuhkan pertolongan polisi dan masyarakat, bahkan butuh pertolongan pemerintah setempat.


Selain datang menengok keadaan para Omo Hasbulloh sekeluarga, jajaran Polsek Kadupandak juga menyerahkan tali kasih berupa sembako untuk meringankan kebutuhan sehari-hari Omo dan saudara-saudaranya, serta melihat apa saja yang dibutuhkan untuk memberikan bantuan pengobatan kepada Omo sekeluarga. Dan hal pertama yang nantinya akan dilakukan kepolisian adalah membuatkan Kartu BPJS bagi empat saudara Omo yang belum sama sekali memilikinya.


Yusup lantas memaparkan sedikit sejarah keluarga Omo, semua berawal ketika pasangan suami istri Hasbulloh dan Sikah Marsikah dikarunia delapan anak. Dari kedelapan anak tersebut, dua dalam keadaan normal bernama Mardi dan Mulyadi, sisanya, enam orang menderita 'penyakit aneh' menurut warga kala itu, yang sekarang disebut Parkinson dan Kaki Gajah. Enam orang penderita Parkinson tersebut disatukan dalam sebuah rumah, serta dirawat oleh dua anak yang normal itu hingga kini serta mendapat bantuan dari warga sekitar juga. Bahkan rumah kediaman Omo sekarang, tahun lalu sempat diperbaiki warga secara swadaya akibat bocor parah pada atapnya.


Yusup melanjutkan, Hasbulloh meninggal dunia pada 1976, sedangkan sang isteri, Sikah Marsikah menyusul pada 2016.


Berikut data enam orang adik-kakak kandung penderita Parkinson sejak lahir, yang hidup dalam satu atap hingga saat ini :


1. Rupiah Binti Hasbuloh, Cianjur, 09-06-1965
2. Yayah Binti Hasbuloh, Cianjur, 11- 10-1960
3. Patimah Binti Hasbuloh, Cianjur, 03- 05-1962
4. Salamah Binti Hasbulloh, Cianjur, 10- 09- 1970
5. Saepudin Bin Hasbulloh, Cianjur, 08- 06-1973
6. Omo Bin Hasbulloh, Cianjur 06-08-1975


“Keluarga Omo sangat memprihatinkan dan tergolong masyarakat sangat miskin, hingga membutuhkan uluran tangan pemerintah baik dari segi kehidupan dan kesehatanya," tutup Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Yusup Ruhiman.


Foto : Aslan / Video Slide : Miechell