Beritahati.com, Jakarta - Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga yang menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) rencananya tidak akan menghadiri sidang hingga akhir saat putusan pada 28 Juni 2019 mendatang. Semua proses persidangan sebagai Pemohon, dipercayakan kepada kuasa hukum yang sudah ditunjuk.


"Kami sudah putuskan tidak akan hadir di Mahkamah konstitusi," sebut Cawapres 02, Sandiaga Uno di kediamannya, Kebayoran, Jakarta, Minggu (16/6/2019).


Selain menyatakan tak akan hadir dalam semua bagian persidangan, Sandiaga juga kembali mengimbau para pendukungnya agar tidak usah datang ke Gedung MK.


"Kami mengapresiasi para relawan yang terus mendoakan. Dan untuk menjaga situasi kondusif karena menjadi salah satu yang dipantau bukan hanya oleh masyarakat Indonesia, tapi juga Internasional, adalah bagaimana situasi keamanan dan situasi ekonomi. Kalau situasi keamanan itu stabil, tidak terlalu banyak gejolak, ekonomi negara akan mampu lebih menarik investasi-investasi baik dari dalam maupun luar negeri," sambungnya.


Seperti dilansir media detikcom, Sandi juga menegaskan, pihaknya akan menerima apapun keputusan MK.


"Pak prabowo sudah menyatakan tiga hal, pertama mengimbau pendukung untuk tidak datang berbondong-bondong ke kawasan sekitar Mahkamah konstitusi. Kedua, menyerahkan semua kepada majelis hakim (mahkamah), serahkan teman-teman tim hukum dan mahkamah konstitusi untuk bersidang. Dan kami yakin prosesnya ini bisa memberikan hasil terbaik. Terakhir, Pak prabowo dan saya percaya bahwa nanti keputusan Mahkamah Konstitusi itu adalah final. Dan kami harus menerima apapun putusan tersebut," pungkasnya.