Beritahati.com, Palembang - Polresta Palembang menetapkan lima komisioner KPU Kota Palembang sebagai tersangka kasus tindak pidana pemilu akibat tidak melaksanakan rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) dari Bawasli di beberapa Tempat Pemilihan Suara (TPS), yang mengakibatkan warga kehilangan hak pilih.


"Lima komisioner KPU Kota Palembang sudah ditetapkan tersangka kasus pidana pemilu," sebut Kapolresta Palembang, Kombes Didi Hayamansyah kepada wartawan, Minggu (16/6/2019).


Penetapam tersangka, kata Didi, dilakukan setelah adanya laporan dari Ketua Bawaslu Palembang, M Taufik pada 22 Mei 2019.


Lima komisioner KPU yang jadi tersangka adalah, Ketua KPU Palembang EF dan empat komisioner lain yakni Al, YT, AB dan SA. Mereka semua belum ditahan setelah pemeriksaan pada Jumat, 14 Juni 2019 yang lalu.


Penetapan tersangka dugaan tindak pidana Pemilu ini sesuai Pasal 554 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP yang terjadi di wilayah hukum Ilir Timur II, Palembang.