Beritahati.com, Jakarta - Sidang sengketa Pilpres 2019 akan berlanjut besok, Selasa, 18 Mei 2019. Dokumen dan alat bukti tambahan yang akan diserahkan Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) sebelumnya hingga 12 truk (kontainer) seperti yang disampaikan pada sidang perdana beberapa hari yang lalu di Mahkamah Konstitusi (MK).


Namun demikian, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengatakan ada sejumlah dokumen dan bukti yang tak dicetak dan akan diserahkan dalam bentuk digital.


"Ada sebagian yang dalam bentuk digital, kemungkinan tidak jadi sampai 12 truk," kata Andre seperti dilansir Tempo, Senin (17/6/2019).


Hari ini, Tim kuasa Hukum Prabowo-Sandi kembali menyerahkan dokumen dan alat bukti untuk sidang sengketa hasil Pilpres 2019. Anggota Tim Hukum, Luthfi Yazid mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dulu dengan pihak MK terkait pengiriman alat bukti. Dengan kata lain, sesuai persetujuan MK, kendaraan pengangkut alat-alat bukti baru bisa bertolak menuju Gedung MK.


"Kan dengan persetujuan MK, karena ini berkaitan dengan barang bukti, banyak kendaraan, segala macam," kata Lutfhi.


Akan tetapi, Luthfi enggan menjawab pasti berapa banyak dokumen dan alat bukti yang akan diserahkan ke Mahkamah. Dia hanya mengatakan, yang jelas, pihaknya akan mengirimkan alat bukti dalam volume besar. Namun Lutfhi tak ingin berdebat soal berapa ukuran truk yang akan mengangkut barang-barang bukti itu.


"Yang jadi perdebatan itu ukuran truknya seperti apa, itu saya enggak mau berdebat, yang jelas ada 11 kendaraan begitu yang akan berangkat ke sana. Kalau ukurannya seperti apa saya enggak mau berdebat. Yang jelas banyak lah, kita enggak bohong gitu, banyak bangetlah," kata dia.