Beritahati.com, Jakarta - Suasana Jalan Malioboro agak berbeda dari biasanya, lantaran pada Selasa (18/6), bahkan sejak kemarin, jalan jantung Kota Yogyakarta tersebut agak lengang karena tidak boleh dilewati kendaraan bermotor. karenanya, hiruk pikuk kendaraan dan kemacetan tidak tampak lagi, sebaliknya diisi para pejalan kaki.


Ujicoba semi pedestrian dengan tidak diperbolehkan kendaraan bermotor melalui jalan tersebut, menimbulkan pro kontra ada yang setuju tapi ada juga yang tidak setuju. Berbagai harapan muncul khususnya pada saat ujicoba yang akan mempengaruhi penilaian dalam pengambilan kebijakan nantinya.


Ada yang menilai pentaan kawasan Malioboro menjadi salah satu hal penting untuk segera diwujudkan. Namun ada juga yang menilai justru kurang asyik, karena jalannya terlalu jauh dari tempat parkir. Namun semua ini masih dalam ujicoba, sehingga segala kekurangannya pasti akan dipenuhi.


Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto mengatakan, penataan Malioboro menjadi salah satu hal penting untuk diwujudkan. Terlebih menurut Arif, selama ini alokasi dana yang diberikan untuk melakukan revitalisasi pedestrian mencapai angka milyaran rupiah.


"Saat ini kalau dilihat, Malioboro sudah sangat tidak humanis. Saya sangat mendukung kalau ada upaya ujicoba mewujudkan sebagai semi pedestrian, agar Malioboro ini semakin humanis kedepan. Humanis dalam artian bisa diakses semua orang termasuk difabel yang selama ini masih sangat kesulitan mengakses di sini, karena selama ini banyak kritik masih eksklusi," katanya.


Selain sebagai penegas letak sumbu filosofis, Malioboro juga diketahui selama ini menjadi pusat perekonomian masyarakat dari berbagai lapisan. Inung, sapaan akrab Arif berharap, agar nantinya evaluasi-evaluasi setelah adanya ujicoba hari ini menjadi bahan pembenahan kedepan agar ikrar semi pedestrian mampu terwujud.


"Saya berharap jangan hanya ditonjolkan bobotnya di sisi ekonominya saja. Seluruh hasil ujicoba nantinya harus disampaikan terus kepada khalayak, agar kita tahu perkembangannya seperti apa dan progres Malioboro ini," katanya lagi.


Ia berharap nantinya Pemda DIY, terus melakukan evaluasi dan mengeluarkan rekomendasi formula paling tepat yang akan diterapkan di Malioboro kedepan.


"Kami berharap ada evaluasi dan rekomendasi, masyarakat harus tahu progresnya karena selama ini biaya yang dikeluarkan cukup besar untuk menata Malioboro ini," imbuhnya.


Saat ujicoba tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi melakukan uji coba semi pedestrian Malioboro dengan naik sepeda. Dalam tahap uji coba kali yang pertama ini, ingin menemukan kekurangan agar menjadi bahan evaluasi dan langsung diselesaikan.


Menurut Heroe, tujuan ujicoba ini agar membiasakan masyarakat terbiaasa dengan lingkungan yang nantinya menjadi kawasan bebas kendaraan, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan diri ketika berkunjung ke Malioboro. Termasuk menyelesaikan masalah parkir dan meningkatkan citra Malioboro yang lebih hidup lagi.


Sementara menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana, mengubah yang sudah menjadi kebiasaan itu memang susah dan sulit. Apalagi mengubah kebiasaan masyarakat yang biasanya mengakses Malioboro dengan kendaraan bermotor pribadi.


Mengubah kebiasaan ini juga membutuhkan waktu dan penyesuaian dari yang biasanya bisa parkir dekat dengan toko, kini harus berjalan atau menggunakan moda angkutan tradisional dan Trans Jogja. Ia berharap geliat perekonomian di Malioboro tetap akan tumbuh, meski kawasan tersebut direncanakan diterapkan semi pedestrian.