Beritahati.com, Yogyakarta - Dalam kuran waktu sepekan setidaknya 2 (dua) penyu berukuran panjang diatas 1 menter dan diameter lebih dari 60 sentimeter ditemukan mati di kawasan Pantai Samas Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.


Dua hewan laut yang dilindungi ini ditemukan sudah dalam kondisi mati di pesisir pantai bahkan sudah mengeluarkan bau yang busuk yang cukup menyengat. Diduga kuat penyu yang mati tersebut akibat terkena jaring kendengan yang dipasang oleh nelayan di tengah laut.


Ketua Forum Konservasi Penyu Bantul (FKPB), Rujito mengatakan saat bulan Juni hingga bulan Agustus merupakan saatnya penyu khususnya yang betina naik ke pantai untuk bertelur sehingga ketika ingin mencapai tepian pantai sudah terkena jaring kendengan nelayan.

Namun demikian bisa saja penyu sengaja menepi ke pantai karena banyak makanan sehingga berburu makanan namun justru tersangkut jaring nelayan dan akhirnya mati.


"Banyak penyebab penyu mati dan tidak hanya karena tersangkut jaring kendeng milik nelayan saja,"ungkapnya saat ditemui di Pantai Samas, Selasa (18/6/2019).


Biasanya penyu yang tertangkap jaring kendengan dalam kondisi masih hidup ketika nelayan mengangkat jaring kendengan di tengah laut. Namun karena proses melepaskan penyu mungkin saja asal-asalan sehingga membuat penyu mati.


"Saya tidak menyalahkan nelayan karena mereka tidak sengaja menemukan hewan yang dilindungi itu ikut tersangku di jaring kendengan," ungkapnya.


Mbah Duwur panggilan akrab Rujito ini mengatakan pada penemuan penyu pada tanggal 12 Juni sudah dilakukan otopsi oleh dokter hewan dari BKSDA Yogyakarta dan hasilnya memang tidak ditemukan adanya benda seperti plastik atau lainnya yang menyebabkan penyu tersebut mati.


"Belum ada kasus penyu mati akibat makan plastik namun saya juga khawatir karena sampah plastik sangat banyak di laut. Setiap nelayan turun banyak dapatkan sampah plastik,"ungkapnya.


Mbah Duwur berharap jika penyebab kematian akibat jaring kendengan milik nelayan maka BKSDA memberikan sosialisasi bagaimana penanganan penyu jika tersangkut jaring kendangan milik nelayan agar bisa bertahan hidup.


"Saya tidak setuju nelayan disalahkan, karena saya juga nelayan. Saya minta ada sosialisasi bagaimana baiknya. Itu saja,"pinta mbah Duwur.

Amah petugas dari BKSDA Yogyakarta mengatakan sejauh ini belum ada kasus kematian penyu akibat memakan plastik dilaut. Yang ditemukan BKSDA kemungkinan penyu mati karena saat bertelur tidak nyaman sehingga belum semua telur keluar dan menyebabkan kematian.


"Sedangkan seekor penyu yang kita temukan mati pada tanggal 12 Juni 2019 adalah seekor penyu pejantan. Penyebab kematian masih dalam penelitian,"ucapnya.