Beritahati.com, Jakarta - Kapolsek Kadupandak AKP Yusup Ruhiman beserta anggota dan perangkat Desa Bojongkasih bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat akhirnya tiba di kediaman Omo Hasbulloh, salah satu dari enam penderita Parkinson yang tinggal satu rumah di Kampung Sumedang, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (16/6/2019).


Lelah seakan terbayarkan begitu melihat keluarga seisi rumah bisa segera mempergunakan bantuan sosial yang dibawa, seperti indomie, minyak goreng, dan beras.


Kapolsek Kadupandak mengatakan kepada perwakilan keluarga, jangan melihat harga dari barang yang dibawa, tapi bagaimana setiap kardus indomie dan beras bisa menjadi sandaran dari keluarga yang memang sudah tidak berdaya di dalam rumah tersebut.


Berikut data enam orang adik-kakak kandung penderita Parkinson sejak lahir, yang hidup dalam satu atap hingga saat ini :


1. Rupiah Binti Hasbuloh, Cianjur, 09-06-1965
2. Yayah Binti Hasbuloh, Cianjur, 11- 10-1960
3. Patimah Binti Hasbuloh, Cianjur, 03- 05-1962
4. Salamah Binti Hasbulloh, Cianjur, 10- 09- 1970
5. Saepudin Bin Hasbulloh, Cianjur, 08- 06-1973
6. Omo Bin Hasbulloh, Cianjur 06-08-1975


Keenamnya dirawat oleh dua saudara kandung lainnya yang terlahir normal, yakni Mardi Hasbulloh dan Maryadi Hasbulloh, ditambah peran warga setempat yang selalu datang memberikan pertolongan.


“Keluarga Omo sangat memprihatinkan dan tergolong masyarakat sangat miskin, hingga membutuhkan uluran tangan pemerintah baik dari segi kehidupan dan kesehatanya," tutup Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Yusup Ruhiman.


Pada kesempatan tersebut, Kapolsek juga sudah bertemu pihak Kecamatan setempat dan meminta segera diuruskan fasilitas BPJS bagi empat orang keluarga Omo yang belum memilikinya. Sebelumnya diketahui, hanya dua orang yang sudah memiliki BPJS.


Keluarga Omo sempat kaget melihat kedatangan anggota kepolisian, namun Kapolsek segera menjelaskan bahwa kedatangan mereka untuk menengok karena berdasarkan laporan masyarakat ada yang membutuhkan kehadiran polisi.


"Terima kasih perhatian bapak," sebut salah satu saudara kandung Omo.


Fenomena ini memberikan semua orang waktu untuk mulai melihat sekelilingnya, adakah yang membutuhkan pertolongan? Bantuan kecil atau besar? Selama masih sanggup dan ada keikhlasan pasti akan membekas manfaatnya buat sesama.


Ada yang mungkin berkata, ah...ini sesuatu yang biasa. Atau oh...ini hal luar biasa. Bahkan ada yang melihat dari sisi negatif dengan mengatakan...aduh, ada yang berusaha mencitrakan sesuatu.


Apapun itu, ingatlah satu hal, bahwa keikhlasan tidak bisa dilihat terlebih diukur dengan alat apapun di dunia ini, apalagi dinarasikan. Karena sebuah keikhlasan berasal dari hati terdalam seorang manusia.


Selamat Hari Bhayangkara Ke-73 untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia dimanapun berada...Semoga selalu bisa hadir untuk masyarakat.


Teriring doa agar Omo Hasbulloh sekeluarga selalu dibukakan pintu pertolongan.



Video : Polsek Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat
Editing : Miechell