Beritahati.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah selesai melaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) secara rutin setiap bulan yang berlangsung selama 2 hari sejak 19 hingga 20 Juni 2019. RDG berlangsung di Kantor Pusat Bank Indomesia, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.


BI siang ini menggelar acara jumpa pers terkait pokok-pokok hasil RDG bulan Februari 2019. Jumpa pers tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dengan didampingi Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dan sejumlah Gubernur Senior BI lainnya.


Pery Warjiyo kepada wartawan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil RDG BI Juni 2019 memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) Seven days Reverse Repo Rate selama Juni 2019 tetap berada dalam kisaran 6 persen.


Perry menambahkan BI juga mempertahankan Deposiit Facility tetap berada dalam kisaran 5,25 persen. Menurut Perry, BI juga tetap mempertahankan besaran suku bunga Lending Facility berada dalam kisaran 6,75 persen.


“Keputusan mempertahankan suku bunga acuan berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2019, dengan demikian kenaikan suku bunga acuan tersebut mulai berlaku efektif terhitung setelah pengumuman pokok-pokok hasil RDG Bank Indonesia,” kata Perry di Jakarta, Kamis (20/6/2019).


Perry menjelaskan bahwa kebijakan hasil RDG BI tersebut diperluka untuk menurunkan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.


Perry menekankan, kebijakan BI yang menempuh operasi moneter untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar rupiah dan valas tersebut untuk mendukung stabilitas moneter dan sistem keuangan.


Bank Indonesia sebagai bank sentral punya kewajiban menjaga stabilitas perekonomian yang merupakan landasan terciptanya pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.