Beritahati.com, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini menggelar acara jumpa pers perkembangan perekonomian terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Juni 2019. Acara jumpa pers “APBN Kita” diselenggarakan di Aula Mezzanine, Gedung Kemenkeu, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.


Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati dalam sambutannya menjelaskan hingga akhir Mei 2019 pendapatan penerimaan negara tercatat mencapai Rp 728,5 triliun.


Menurut Sri Mulyani penerimaan pendapatan negara mengalami kenaikan atau tumbuh sebesat 6,2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya April 2019. Sementara itu belanja negara telah terserap sebesar Rp 855,9 triliun.


“Dengan demikian maka APBN kita masih mengalami defisit sebesar 0,79 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” jelasnya di Jakarta, Jumat (21/6/2019).


Menurut Sri Mulyani pertumbuhan sebesar 6,2 persen lebih baik jika dibandingkan dengan April 2019 yang hanya sebesar 0,5 persen.


Dirinya menjelaskan berdasarajan penerimaan perpajakan juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,7 persen sepanjang Mei 2019 atau lebih baik dibandingkan dengan bulan sebelumjua yaitu April yang hanya tumbuh sebesar 4,7 persen.


Sri Mulyani menjelaskan berdasarkan penerimaan yang masuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat tumbuh 8,6 persen atau mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan April 2019 yang mengalami kontraksi negatif 14,8 persen.


Sedangkan jika melihat penyerapan belanja negara sampai akhir Mei 2019 mengalami petumbuhan sebesar 9,8 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau Mei 2018. Sementara jika dibandingkan April 2019 lebih tinggi sebesar 8,4 persen.


Menurut Sri Mulyani positifnya penerimaan negara dan belanja negara maka realisasi defisit akhir Mei 0,79% terhadap PDB. Sedangkan keseimbangan primer defisit mencapai Rp 0,4 triliun.


“Sementara itu posisi utang kita dari pemerintah pada level 29,72 persen dari PDB sehingga masih aman” pungkas Sri Mulyani.