Beritahati.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan melakukan pemeriksaan sejumlah pihak dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan penyidik KPK memanggil Muzni Zakaria Bupati Solok Selatan, dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan Jembatan Ambayan.


“Yang bersangkutan (Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria) hari ini diperiksa penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap pembangunan masjid dan jembatan,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Jumat (21/6/2019).


Penyidik KPK telah menetapkan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap. Muzni diduga telah menerima sejunlah uang suap sebesar Rp 460 juta.untuk proyek pembangunan jembatan Ambayan.


Sementara itu penyidik KPK menduga ada dugaan aliran suap sebesar Rp 315 juta yang diduga berasal dari proyek pembangunan Masjid Agung di Kabupaten Solok Selatan.


Suap itu diduga diberikan atas permintaan Muzni kepada tersangka lainnya yaitu Yamin. Muzni sendiri diduga memerintahkan bawahannya agar memenangkan perusahaan yang digunakan Yamin yang diketahui sebagai pengusaha atau kontraktor.


Muzni disangkakan telah melanggar pasal 12 a atau b atau pasal 11 atau pasal 12B UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Yamin disangka melanggar pasal 5 ayat 1 a atau b atau pasal 13 UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).