Beritahati.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan terpidana kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bupati Cirebon (Jawa Barat) nonaktif Sunjaya Purwadisastra diduga telah menerima gratifikasi sebesar Rp 50 miliar.


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan menjelaskan penerimaan gratifikasi itu diduga teridentifikasi setelah penyidik melakukan pengembangan kasus terkait jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.


Febri menjelaskan “ada perkembangan yang cukup signifikan yang didapatkan oleh penyidik dari dugaan suap sekitar Rp 100 juta saat OTT dalam kasus dugaan korupsi Bupati Cirebon, fakta-fakta yang ditemukan kita kembangkan dan ditemukan setidaknya Rp 50 miliar dugaan penerimaan gratifikasi oleh tersangka Sunjaya” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Jumat (21/6/2019).


Menurut Febri dugaan penerimaan gratifikasi bukan hanya berasal dari satu pihak saja. Penerimaan sejumlah uang itu diduga berkaitan dengan kewenangan dan jabatan Sunjaya saat masih menjabat sebagai Bupati Cirebon.


"Sumbernya berasal dari banyak pihak dan diduga itu terkait dengan kewenangan-kewenangan atau jabatan-jabatan Bupati selama menjabat, apakah terkait dengan mutasi, terkait dengan pengadaan, ataupun terkait dengan proses perizinan,” kata Febri Diansyah.


Febri menjelaskan temuan dugaan penerimaan gratifikasi Rp 50 miliar itu bukan jumlah final. Angka itu masih bisa bertambah jika penyidikan menemukan fakta-fakta baru.


"Nilai ini bisa bertambah, tergantung nanti kami menemukan penelusuran fakta-fakta yang baru. Jadi penggunaan pasal gratifikasi juga menjadi salah satu bagian penting dari upaya memaksimalkan asset recovery dari Rp 100 juta, kemudian menjadi Rp 50 miliar sampai saat ini, dan bisa bertambah," ucapnya.


Sementara itu majelis hakim Pemgadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat telah memvonis Sunjaya Purwadisastra 5 tahun penjara atas kasus jual-beli jabatan di Pemerintahan Kabupaten Cirebon.