Beritahati.com, Jakarta - Mengutip laman Western Cape Government, pelecehan seksual adalah segala bentuk perilaku fisik, verbal, maupun nonverbal bernuansa seksual yang menimbulkan rasa tidak nyaman terhadap orang lain.


Pada kasus pelecehan seksual di kantor, pihak yang menjadi korban adalah orang-orang yang berada dalam suatu lingkungan kerja. Perilaku ini memengaruhi kondisi korban dan menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi mereka.


Pelecehan seksual di lingkungan kerja dapat terjadi dalam berbagai bentuk, antara lain:


1. Pelecehan seksual fisik
Jenis pelecehan ini melibatkan semua jenis kontak fisik yang tidak diinginkan oleh korban. Di antaranya sentuhan, serangan, percobaan pemerkosaan, serta pelanggaran terhadap ruang pribadi korban.


2. Pelecehan seksual verbal
Pelecehan verbal ditunjukkan melalui kalimat berbau seksual yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Kalimat tersebut dapat berupa komentar, ejekan, lelucon, perkataan tersirat, siulan, serta pertanyaan mengenai kehidupan seksual korban.


3. Pelecehan seksual nonverbal
Pelecehan seksual di kantor juga dapat terjadi dalam bentuk nonverbal. Misalnya, saat pelaku menunjukkan bahasa tubuh bernuansa seksual, atau menampilkan gambar-gambar seksual yang tidak diinginkan korban.


4. Quid pro quo
Jenis pelecehan ini terjadi ketika karyawan, supervisor, manajer, atau pihak lainnya memengaruhi orang lain untuk melakukan pelecehan seksual, baik secara sadar maupun tidak.