Beritahati.com, Tanganyika - Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) berhasil mendapatkan satu pucuk senjata jenis AK-47, ratusan busur dan anak panah setelah melaksanakan Long Range Mission (LRM) yang diberi nama Operasi Laba-laba menempuh jarak lebih dari 310 Km dengan waktu tempuh selama empat hari ke desa Lioni dan desa Mwanza wilayah pedalaman yang terletak di sektor selatan Provinsi Tanganyika, Kongo.


Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Satgas Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Kolonel Inf Dwi Sasongko, saat menerima tim LRM yang dipimpin oleh Kapten Inf Agung Sedayu di Head Quarter (HQ) Monusco, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, dua hari lalu.


Lebih lanjut Komandan Satgas Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Kolonel Inf Dwi Sasongko menyampaikan bahwa satu pucuk senjata jenis AK-47 diserahkan secara sukarela dari kelompok Force Auto Defence Populaire yang dipimpin oleh Kafwimbi Fukwe kepada personel Satgas RDB Monusco, dan ratusan busur serta panah diserahkan dari warga Ex-Combatan yang berasal dari desa Muale.


Penyerahan senjata, busur dan ratusan anak panah tersebut merupakan kepercayaan dari warga masyarakat kepada personel Satgas RDB, selain itu juga adanya niat warga Ex-Combatan untuk mengakhiri perang dan kembali menjadi warga negara biasa. Senjata yang telah diserahkan kepada personel Satgas RDB selanjutnya diserahkan kepada staf Disarmament Demobilization Reintegration (DDR) Monusco untuk dilaksanakan proses lebih lanjut sesuai ketentuan PBB.


Gelar Operasi Laba-laba tersebut melibatkan 39 personel Satgas Konga XXXIX-A RDB MONUSCO dan 5 personel staf PBB yang berasal dari personel gabungan Combat Operation Base (COB) Kalemie, COB Bendera dan COB Manono melalui jalan darat untuk melaksanakan misi ke wilayah Mwanza.


Dalam perjalanan tersebut dibagi menjadi tiga etape, yang pertama singgah di Desa Kabwela, kedua di Desa Lioni dan ketiga di Desa Kambu. Setiap singgah di desa-desa tersebut tim LRM menggelar kegiatan Civil and Military Coordination (Cimic) yang terdiri dari medical assistance, pschology treatmeent dan smart library serta membangun komunikasi dengan cara menggelar pertemuan bersama kepala desa dan pemimpin adat.


Selain Long Range Mission Operasi Laba-laba, di gelar juga patroli disepanjang Axis Moba oleh Standing Combat Deployment (SCD) Kambu yang dipimpin oleh Lettu Czi Agung Oktyawanto bersama dengan personel Staf United Nations Departement of Safety and Security (UNDSS dengan tujuan untuk Assesment jalan dan memantau situasi keamanan agar berbagai organisasi kemanusiaan dan LSM dapat memulai kegiatannya.