Beritahati.com, Jakarta - Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengintrogasi Retno (56) yang ditangkap 25 Juni 2019 karena berusaha menipu Tuhan (39), warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Retno alias Siska berusaha menipu laki laki bernama Tuhan dengan mengaku memiliki tambang batu bara di Kalimantan, memiliki hotel, serta tabungan sebanyak Rp 115 miliar di bank. Apabila Tuhan bisa menyenangkan tersangka dengan menemani kemana dia mau, akan dibayar Rp 5 miliar.


Hasil interogasi, tersangka mengaku pernah dipenjara di wilayah Jawa Barat untuk kasus serupa. Retno mengaku menipu dua kali sejumlah Rp 6 juta dan Rp 10 juta di sana.


Awalnya pelaku tak mengakui jika ia pernah mendekam di Penjara, namun setelah terus didesak, akhirnya mengaku. Polres Lumajang akan mengembangkan kasus ini, mengingat awalnya Retno mengaku warga Kabupaten Sampang, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedundung, namun ternyata bohong.


"Setelah kroscek ternyata ia sudah lama tak tinggal di Sampang. Ia juga tak memiliki kartu tanda penduduk untuk memperkuat pengakuan awal dia,” kata Arsal di Mapolres Lumajang, Jumat (28/6/2019).


Kasus ini berawal dari informasi melalui media sosial grup Facebook ‘Sahabat MAS’, yang menerangkan bahwa Retno menjadi incaran banyak orang karena kasus penipuan. Banyak juga yang mengatakan bahwa ia pernah melakukan aksinya di Probolinggo serta wilayah Jember.


"Bahkan ada akun yang berasal dari Jawa Barat juga mengaku mengenali tersangka sebagai pelaku penipuan. Di Lumajang, pelaku mengaku bernama Retno, namun di Jember ia mengaku bernama Siska," ungkap Arsal.


Kemudian, ada juga pengakuan diperkuat foto yang dikirim akun @AndhikaDhikaDowang di grup Facebook ‘Sahabat MAS’, bahwa pelaku yang sudah menjadi tersangka ini pernah diamankan petugas Polres Jember, tepatnya Polsek Jenggawah, dengan kasus sama, yakni penipuan. Namun karena kurangnya bukti, Retno bebas.


Kali ini, Retno dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara. Namun demikian masih ada kemungkinan ia terjerat pasal lain karena kasusnya masih pendalaman pihak kepolisian Polres Lumajang.


Selain itu, berdasarkan proses introgasi, polisi kembali mendapatkan pengakuan, Retno sebelum ke Jawa Timur ia kerja di Kalimantan tepatnya Kota Sampit, sebagai mucikari terkenal dan sukses.


Dirinya mengaku punya 10 orang perempuan yang ia pekerjakan sebagai pemandu karaoke dengan bayaran Rp 1 juta, dimana hasilnya dibagi dua, Rp 500 ribu untuk Retno dan 500 ribu untuk si pekerja. Akan tetapi, kata Retno, tempatnya itu bangkrut dan ia harus kembali ke Jawa Timur, sampai kemudian tertangkap kepolisian Polres Lumajang karena berusaha menipu Tuhan.