Beritahati.com, Bekasi - Pria Lanjut Usia (Lansia) berinisial HS (71) cabuli anak asuhnya, EP (15) sampai hamil dan tewas.


Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Imron Ermawan mengatakan, perbuatan itu dilakukan kakek HS karena merasakan kesepian sebagai seorang laki-laki.


"Dia (mengaku) kesepian," kata Imron singkat, di Mapolres Bekasi, Jalan Pramuka, Kota Bekasi, Kamis (4/7/2019).


HS, yang tinggal di kawasan Bekasi, Jawa Barat, disebut tak memiliki istri dan bekerja sebagai tukang las.


Imron bercerita dulunya HS hidup bertetangga dengan keluarga EP. Karena harus bekerja di luar kota, ibunda EP menitipkan anaknya ke HS pada pertengahan 2018.


Tinggal seatap dan tak mampu menahan birahi, HS mencabuli EP sejak Desember 2018. Modusnya, HS menyuruh EP memijatnya.


"Tindak pidana persetubuhan dan pencabulan itu sejak Desember 2018 sampai 30 Juni 2019. Modusnya korban disuruh memijat tubuh pelaku, baik tangan, kepala, badan, dan sebagainya. Karena korban 15 tahun, mengertilah. Pelaku ini terangsang akibat pijatan anak tersebut," ujar Imron.


Semenjak itu, HS secara terus-menerus menyetubuhi EP.


"Kemudian, pengakuan dia seminggu sekali atau (seminggu) dua kali itu disetubuhi dan dicabuli sejak Desember 2018," ujar Imron.


Korban diancam HS agar tak buka mulut soal perbuatan bejatnya. Imron menyebut HS tak akan memberi korban makan jika buka suara.


"(Korban) tidak berani (buka suara). Karena mereka hanya tinggal berdua dengan tersangka. Karena ibu korban ada di luar (kota). Bujuk rayu ancaman, infonya kalau anak itu tidak melayani, tidak memijat, akan diusir (dari rumah) dan tidak dikasih makan," ujar Imron.


Akibat ulah bejat pelaku, EP hamil. EP sempat dibawa ke rumah sakit oleh pelaku pada 30 Juni karena sudah hamil besar, hingga akhirnya melahirkan.


"Karena prematur, bayi meninggal. Karena meninggal, bayi dibawa tersangka pulang. Dia tidak memberi tahu ke tetangganya karena dia sadar anak itu masih di bawah umur dan di rumah itu hanya mereka berdua yang tinggal," kata Imron.


Pelaku menguburkan jenazah bayi di pot bunga secara diam-diam. Tetangga tempat korban tinggal juga tak mengetahui EP hamil. Tetangga tahu setelah EP meninggal akibat pendarahan setelah dua hari melahirkan.


"Korban meninggal dunia, pendarahan. Karena pendarahan itulah tetangga curiga, belum nikah, belum kawin kok sudah melahirkan. Di situlah terkuak. Korban meninggal disetubuhi dan dicabuli oleh kakek-kakek tersebut," ujar Imron.


Warga yang curiga langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Setelah diselidiki, pelaku mengaku telah mencabuli korban.


Kakek cabul HS ditangkap pada Rabu (3/7) pukul 00.30 WIB di kediamannya. Pelaku dikenakan Pasal 82 jo 76E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dan Pasal 81 jo 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perbuatan cabul dan persetubuhan di bawah umur.