Beritahati.com, Denpasar - Sejumlah event baru terus dilahirkan untuk memperkaya khasanah atraksi pariwisata Bali. Salah satu yang kini terus mendapat tempat di kalangan turis dalam dan luar negeri adalah Bali Blues Festival. Event yang mengambil tema '+Classic Rock Selebration' ini kembali digelar untuk kali kelima.

 

Lokasinya mengambil tempat di Peninsula Island, kawasan Indonesia Tourism Development Center (ITDC) Nusa Dua. Managing Directory ITDC, Ngurah Ardita menjelaskan, event ini digelar selama dua hari pada tanggal 13-14 Juli 2019 mulai pukul 17.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA.

 

"Kami ingin menjadikan Bali sebagai destinasi festival. Bali itu sudah maju dalam hal destinasi dan pariwisata. Kita punya budaya, alam, keramah-tamahan penduduk dan lain sebagainya," kata Ardita di Warung Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.

 

"Harus kita tahu, pariwisata ini industri dan itu butuh promosi. Salah kalau kita kreasi sesuatu tetapi tidak dipromosikan. Itu harus dilakukan terus. Beberapa event kita jadikan atraksi pariwisata, salah satunya adalah Bali Blues Festival ini," tambah Ardita.

 

Menurutnya, salah satu yang mesti diperkuat adalah event musik dalam konteks variasi atraksi pariwisata Bali. "Event musik yang perlu kita angkat dan perkuat lagi. Kita perlu variasi atraksinya. Event ini tidak hanya sebagai panggung untuk berkreasi, tetapi juga kebanggaan untuk mendongkrak pariwisata. Kita harap event ini akan dicatatkan dalam kalender event Kementerian Pariwisata. Ini wadah  d kita bersama dan saya mohon dukungan untuk itu," harap Ardita.

 

Untuk mendukung pagelaran ini, Ardita akan mengkolaborasikan sejumlah hotel yang berada di kawasan ITDC untuk terlibat aktif. 

 

"Ada 23 hotel bintang lima di kawasan dan ini akan kami kolaborasikan. Kami juga akan melakukan komunikasi dengan travel agen dan lainnya. Kita jual konsep event dengan kualitasnya. Ini akan dijadikan event pariwisata musik di Bali," papar dia.

 

Bagus Mantra selaku panitia penyelenggara memaparkan bahwa event ini telah menjadi kalender event tersendiri bagi penggemar musik blues, baik dalam maupun luar negeri. "Kita sudah bangun koneksi dengan komunitas blues di Australia yang sudah mendapat penghargaan dari Rolling Stones. Kita dijadikan anak angkat dan terus dibimbing, pun halnya kami bertukar artis juga," ujarnya. 

 

"Ini sudah tahun kelima. Kalau kita lihat kunjungan wisatawan, pada tahun ketiga kita lihat ada kunjungan khusus, mereka yang datang khusus untuk menyaksikan Bali Blues Festival. Kami juga terus menjemput bola. Lewat Bali Blues Brother kami juga berkeliling mempromosikan. Kita buka stand di Belanda, Malaysia, terakhir di Jepang. Event ini sangat besar impact-nya bagi branding kawasan (ITDC dan Nusa Dua)," tambah pria yang karib disapa Gus Mantra ini.