Beritahati.com, Yogyakarta - Tradisi Merti Dusun merupakan ritual yang marak dijumpai di wilayah pedesaan Yogyakarta, namun Merti Dusun yang berlangsung di Dusun Banjarwaru, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, terbilang unik karena ubo rambe yang disiapkan tak hanya dua buah gunungan yaitu gunungan laki-laki namun juga ada kenduri sarang panjang ilang dengan menggunakan sarang panjang ilang yang terbuat dari ayaman daun kelapa yang butuh keterampilan tersendiri.


Setelah semua kenduri sarang panjang ilang terkumpul semua, lantas dua buah gunungan dan ratusan kenduri dengan kenduri sarang panjang ilang ini diarak melewati jalan dusun dan dimeriahkan dengan berbagai kesenian tradisional khas Dusun Banjarwaru yaitu kesenian reog.


Acara semakin meriah tak kala ubo rambe yang berupa dua buah gunungan serta ratusan kenduri yang ditempatkan sarang panjang ilang didoakan bersama maka dua buah gunungan yang berisi hasil bumi diperebutkan oleh masyarakat. Sedangkan nasi gurih disertai ayam ingkung dan lauk lainnya kemudian disantap bersama-sama sebagai lambang guyup rukun dan bersatunya masyarakat Dusun Banjarwaru.


Supriyanto, Ketua Panitia Merti Dusun mengatakan kegiatan Merti Dusun dengan kenduri sarang panjang ilang ini merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang warga Dusun Banjarwaru yang berbeda dengan daerah lainnya yang memiliki makna untuk menjadi tontonan, tuntunan dan tatanan baik untuk generasi yang tua maupun yang muda dengan harapan memaknai hal yang baik dengan acara Merti Dusun tersebut.


"Jadi Merti Dusun menjadi ucapan syukur, menjadi berkat bagi masyarakat, mensyukuri karunia Tuhan dari ujud pekerjaan, pertanian dan semua hasil yang dirasakan manusia. Kenduri sarang panjang ilang dan gunungan sebagai simbol kita kembali ke alam,"ujarnya di Yogyakarta, Rabu (10/7/2019).


Acara Merti Dusun ini juga digelar usai bulan Syawal yaitu setelah saling memaafkan dan ungkapan syukur dan waktunya pada hari Rabu legi yang bagi orang jawa memulai dari yang baru.


"Kami membuat tekat dan semangat baru untuk, bagaimana memaknai hidup ini secara utuh dan bisa menjadi berkat bagi umat dan masyarakat serta bagi alam,"ujarnya.


Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang turut hadir dalam Merti Dusun, Dusun Banjarwaru mengatakan masyarakat yang bersatu, damai dan bergotong royong merupakan modal utama untuk membangun khususnya di Dusun Banjarwaru.


"Banyak masalah sosial yang tidak dapat diselesaikan tanpa warganya, bahkan di negara maju dukungan masyarakat masih dibutuhkan,"ucapnya.