Beritahati.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malam ini secara resmi telah menetapkan Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Nurdin diketahui menjabat sebagai Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan periode masa jabatan 2016 hingga 2001.


Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta menjelaskan Nurdin Basirun sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri tahun 2018/2019.


Basaria mengatakan “total ada 4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing NBA (Nurdin Basirun), EDS (Edy Sofyan), BUH (Budi Hartono), dan ABK (Abu Bakar)” saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Kamis (11/7/2019).


Basaria menjelaskan tersangka pertama Nurdin Basirun Gubernur Kepri, kedua Edy Sofyan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Kepr, Budi Hartono sebagai Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri dan tersangka Abu Bakar yang berasal dari unsur swasta.


Dalam kesempatan ini Basaria juga menjelaskan terkait kronologi kegiatan penindakan di lapangan atau Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)


Rabu 10 Juli 2019 sekitar pukul 13.30 WIB


Tim KPK menerima informasi terkait adanya penyerahan uang di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang. Tim KPK kemudian melakukan pengecekan dan mengamankan Abu Bakar sebagai pihak swasta.


Tim KPK yang lain mengamankan Budi Hartono sebagai Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri. Polisi menyita uang sejumlah SGD 6.000.


Setelah itu, KPK membawa kedua orang yang sudah diamankan ke Polres Tanjungpinang untuk pemeriksaan lanjutan.


Rabu 10 Juli sekitar pukul 18.30 WIB


Tim KPK meminta dua orang staf Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri berinisial MSL dan ARA untuk datang ke Polres Tanjungpinang. Mereka memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan.


Rabu 10 Juli sekitar pukul 19.30 WIB


Tim KPK mengamankan Nurdin Basirun di rumah dinasnya di Tanjungpinang. Di lokasi tersebut, tim KPK juga mengamankan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepri, NWN.


KPK mengamankan sejumlah uang tunai di rumah Bupati Kepri Nurdin Basirun


- SGD 43.942 (Rp 456.300.319,3)
- USD 5.303 (Rp 74.557.528,5)
- Euro 5 (Rp 79.120,18)
- RM 407 (Rp 1.390.235,83)
- Riyal 500 (Rp 1.874.985,75)
- Rp 132.610.000


Kamis 11 Juli 2019 sekitar pukul 10.35 WIB


Tujuh orang yang diamankan dibawa ke gedung KPK dari Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah.


Kamis 11 Juli 2019 sekitar pukul 14.25 WIB


Enam orang yang terjaring OTT Kepri tampak terlihat tiba secara beriringan di gedung KPK Merah Putih Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.