Beritahati.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil sejumlah saksi terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah.


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan salah satu saksi yang dipanggil adalah mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Farid Al Fauzi.


Menurut Febri pemanggilan Farid diduga terkait kasus dugaan suap yanh melibatkan sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah. Farid dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Zainudin, Anggota DPRD Lampung Tengah non aktif.


Febri mengatakan “yang bersangkutan (Farid) dipanggil penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Zainudin” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Rabu (17/7/2019).


Sementara itu Farid sebelumnya diketahui merupakan mantan Anggota DPR Fraksi Partai Hanura Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur. Farid kemudian diganti atau Pergantian Antar Waktu (PAW) dirinya karena maju dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.


Febri menjelaskan penyidik KPK hari ini juga memanggil seorang advokat Haryo Budi Wibowo sebagai saksi dalam kasus perkara yang sama.


Pemyidik KPK sebelumnya telah menetapkan sejumlah tersangka dalam tiga kasus yang merupakan pengembangan kasus suap dari Eks Bupati Lampung Tengah, Mustafa. Penyidik KPK kemudian menetapkan Mustafa sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi Rp 95 miliar.


Penyidik KPK kemudian menetapkan dua orang tersangka dari unsur swasta atau pengusaha, masing-masing pemilik PT Sorento Nusantara, Budi Winarto. Kemudian pemilik PT Purna Arena Yudha, Simon Susilo yang juga ditetapkan sebagai tersangka.


Penyidik KPK meyakini kedua tersangka itu diduga memberikan sejumlah uang sebesar Rp 12,5 miliar kepada Mustafa. Uang itu diduga merupakan bagian dari Rp 95 miliar yang telah diterima Mustafa secara bertahap.


Penyidik KPK selanjutnya menetapkan empat orang Anggota DPRD Lampung Tengah sebagai tersangka. Keempat tersangka itu masing-masing Achmad Junaidi, Bunyana, Raden Zugiri dan Zainudin.


Keempat tersangka itu diduga menerima suap terkait persetujuan pinjaman daerah dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah.