Beritahati.com, Bantul - Warga di Dusun Mancingan, Desa Parangtritis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta menggelar ritual Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri yang merupakan tradisi yang telah berlangsung turun temurun bagi warga yang tinggal di kawasan Pantai Parangtritis.


Ritual Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena miliki misi khusus yaitu meminta perlindungan kepada Tuhan Sang Pencipta Alam agar melindungi masyarakat di Pantai Parangtritis dari bencana gempa yang disusul dengan tsunami yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh media dan membuat warga di kawasan pantai selatan Jawa termasuk pantai Parangtritis juga was-was bencana tsunami benar-benar terjadi.


Wakil Ketua Ritual Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri, Tri Waldiyono mengatakan makna dari ritual Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri adalah ucap syukur kepada Tuhan YME yang telah melimpahkan karuniaNya di bumi pertiwi dengan berbagai macam situasi yang memberikan berkah bagi warga masyarakat.


"Bekti pertiwi adalah ucap syukur atas pemberian bumi yang bisa dimanfaatkan untuk cocok tanam dan mengais rejeki dari Allah untuk hidup di dunia ini dan Pisungsung Jaladri adalah ungkapan syukur atas pemberian laut dari Allah dan masyarakat sangat berterimakasih karena tinggal di Pantai Parangtritis yang merupakan destinasi wisata yang menjadi lahan untuk mengais rejeki,"ucapnya, Selasa (23/7).


"Ini ucapakan terimakasih dari masyarakat Pantai Parangtritis atas pemberian Allah sehingga bisa hidup layak dan menikmati kehidupan di Pantai Parangtritis dengan diberi rejeki dengan adanya Pantai Parangtritis,"ujarnya lagi.


Selain ucapan syukur tentu, masyarakat juga berdoa mudah-mudahan di tahun yang akan lebih baik dari tahun sekarang dan tentunya masyarakat terhindar dari segala bencana termasuk bencana gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami.


"Terimakasih kepada para peneliti yang telah melakukan penelitian tentang potensi gempa di Pantai Selatan yang sangat mungkin terjadi namun tidak kapan terjadinya sehingga masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan akan potensi bencana tsunami tersebut. Dan kita berdoa semoga Tuhan menjauhkan bencana itu dari masyarakat Parangtritis,"ungkapnya.


Prosesi Ritual Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri sendiri diawali dengan kenduri yang telah dilaksanakan di 8 RT yang ada di Dusun Mancingan kemudian di susul dengan kirab budaya dari Balai Dusun Mancingan dengan membawa berbagai hasil bumi bumi masyarakat Pantai Parangtritis yang berupa gunungan, penampilan berbagai kesenian hingga dilakukan larungan di Pantai Parangkusumo.


"Untuk yang dilarung adalah berupa pakaian yang dijual sehari-hari oleh pedagang di Pantai Parangtritis dan juga mengikuti benda-benda seperti labuhan yang dilakukan Keraton Yogyakarta,"ungkapnya.


Puncak dari Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri adalah pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang akan berlangsung di Balai Dusun Mancingan dengan dalang Ki Cermo Suwondo Hadiprayitno.


"Jadi silahkan saja kalau ingin menonton penampilan dari Ki Dalang Cermo Suwondo,"ucapnya.


"Yang saya ingin tekankan bahwa ritual dari masyarakat Pantai Parangtritis bukan tindakan musrik yang dilarang agama namun ucapan doa syukur dan memanjatkan doa agar tidak ada bencana di Pantai Parangtritis,"ujarnya lagi.‎