Beritahati.com, Jakarta - Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 0,25 basis poin (bps) dari sebelumnya 6 persen menjadi 5,75 persen.


Padahal BI sebelumnya telah menahan suku bunga acuannya di level 6 persen selama delapan bulan secara berturut-turut. Banyak kalangan menilai keputusan BI tersebut sangat tepat.


Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara saat berbincang kepada wartawan di Jakarta hari ini menjelaskan penurunan suku bunga acuan akhirnya diambil setelah melihat tanda-tanda pelonggaran kebijakan moneter dari Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed).


Menurut Mirza, tanda tanda The Fed yang menurunkan bunga acuan tahun sepanjang tahun ini akhirnya membuat BI percaya diri untuk kemudian menurunkan besaran suku bunga acuannya di level 5,75 persen.


The Fed hingga saat memang belum menurunkan bunga acuannya, namaun BI meyakini bahwa pelonggaran kebijakan moneter akan diambil AS seiring sikap bank sentral negara di kawasan.


Sementara itu bank sentral Australia sebelumnya juga sudah menurunkan bunga acuannua sebanyak dua kali tahun ini. Penurunan suku bunga acuan juga diikuti sejunlah negara lain misalnya seperti India, Malaysia, dan Filipina.


"Agar supaya tidak semakin berdampak ke pertumbuhan ekonomi kita, maka BI memanfaatkan pelonggaran suku bunga global dengan melonggarkan atau menurunkan suku bunga acuan BI” jelasnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019)


Sementara itu kondisi perekonomian makro dalam negeri yang terjaga juga menurutnya membuat BI optimistis pelonggaran kebijakan moneter menjadi langkah yang tepat. Bank Indonesia pun memberi sinyal pelonggaran suku bunga acuan akan berlanjut setelah nanti the Fed akhirnya menurunkan bunga acuan.