Beritahati.com, Jakarta - Fatty liver atau disebut juga perlemakan hati adalah kondisi ketika terjadi timbunan lemak yang berlebih di dalam hati. Kondisi ini semakin banyak ditemui seiring makin bertambahnya kejadian obesitas di masyarakat. Jadi bagaimana mencegah perlemakan hati?


Organ hati dan fungsinya
Sebelum mengenal fatty liver lebih jauh, penting untuk memahami hati dan fungsinya terlebih dahulu. Berbeda dengan organ lain –seperti jantung, otak, dan paru-paru– yang hanya melaksanakan satu atau beberapa fungsi saja, organ hati istimewa karena bisa melakukan beragam tugas dalam satu waktu.


Fungsi tersebut antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan, melakukan metabolisme, serta menghasilkan albumin yang penting dalam menjaga cairan tubuh. Selain itu, hati juga bekerja untuk menetralkan aneka racun dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan tubuh.


Semua hal itu dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Itulah sebabnya mengapa Anda perlu menjaga kesehatan hati dari berbagai penyakit agar fungsi hati dapat bekerja optimal.


Fatty liver, apa itu?
Adanya lemak di organ hati pada dasarnya merupakan hal yang normal. Namun, jika jumlahnya tinggi, yakni lebih dari 5-10 persen dari hati, dapat menimbulkan komplikasi penyakit yang disebut perlemakan hati atau fatty liver.


Selain kolesterol tinggi, ada beberapa penyebab fatty liver –yaitu terlalu banyak mengonsumsi alkohol, penyakit diabetes, dan sindrom metabolik. Gangguan perlemakan hati harus ditangani dengan serius karena dapat meningkatkan risiko terjadinya sirosis hati atau pengerasan hati.


Penumpukan lemak pada sel hati akan menimbulkan reaksi radang di dalam hati. Gangguan fungsi hati pun terganggu dan ditandai dengan peningkatan enzim hati (SGOT, SGPT). Lama-kelamaan, peradangan hati inilah yang menyebabkan komplikasi seperti sirosis hati.


Sirosis hati terjadi jika jaringan hati digantikan oleh jaringan parut akibat kerusakan jangka panjang. Jaringan parut ini membuat organ hati tidak dapat bekerja dengan baik. Sirosis hati yang berlanjut akan mengarah pada kondisi gagal hati. Saat itu, organ hati berhenti bekerja sama sekali sehingga menimbulkan kondisi yang fatal bahkan mematikan.


Fatty liver biasanya tidak menyebabkan gejala. Namun, terdapat beberapa tanda yang dapat timbul, seperti:


Hati membesar
Kelelahan
Nyeri di perut kanan atas
Kulit menjadi kuning
1 dari 2 halaman
Apa yang harus dilakukan?
Perlemakan hati dapat menyebabkan sirosis hati, bahkan kanker hati. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena gangguan ini dapat dicegah dengan melakukan perubahan pola hidup yang sehat.


Pastikan Anda membatasi jumlah daging merah dan produk susu. Selain itu, hindari berbagai jenis gorengan yang tinggi kandungan lemak trans dan hindari minum alkohol secara berlebihan. Jangan lupa untuk mempertahankan berat badan ideal dan berolahraga secara rutin.


Jika kadar kolesterol Anda berada di luar rentang normal dan tidak membaik dengan perubahan pola hidup, penggunaan obat penurun kolesterol dapat dipertimbangkan. Namun hal ini harus dilakukan dalam pengawasan dokter.


Sementara itu, target kolesterol yang perlu Anda capai:


Kolesterol total
Kolesterol LDL (low density lipoprotein)
Kolesterol HDL (high density lipoprotein) >40 mg/dl untuk pria dan > 50 mg/dl untuk wanita
Trigliserida
Dengan nilai kolesterol yang baik, Anda tidak hanya menurunkan risiko terjadinya fatty liver, tapi juga menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, bahkan stroke.


Bagaimanapun juga, mencegah lebih baik daripada mengobati –termasuk untuk gangguan hati seperti fatty liver. Mulailah ubah gaya hidup Anda untuk menjaga kesehatan organ hati. Terapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan rutin berolahraga, agar Anda terhindar dari berbagai gangguan kesehatan seperti kolesterol tinggi dan gangguan hati.