Beritahati.com, Jakarta - Kejang terjadi saat sel-sel otak (neuron) mendapatkan aliran listrik berlebihan atau telah terjadi "korsleting" listrik di dalam otak, yang menyebabkan perubahan kesadaran, pingsan, dan kejang.


Kejang merupakan gejala utama dari suatu gangguan otak yang disebut dengan epilepsi. Ada banyak hal yang dapat memicu terjadinya serangan kejang seperti stress, cedera kepala, dehidrasi, kadar gula darah rendah, beberapa jenis makanan dan zat kimia tertentu di dalam makanan.


Pemicu kejang dapat berbeda pada setiap penderita, tetapi sejumlah penderita lebih sensitif terhadap gluten, produk kedelai, gula olahan, MSG, dan pemanis buatan. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda menghindari berbagai hal ini bila Anda mencurigai salah satu di antaranya menjadi penyebab serangan kejang Anda.


Gluten


Gluten merupakan sejenis protein yang terdapat di dalam gandum, rye, barley, dan berbagai jenis gandum lainnya yang banyak digunakan untuk membuat roti, pasta, sereal, sup kalengan, saus, saus salad, produk vegetarian, dan bir.


Reaksi alergi terhadap gluten dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan pencernaan dan bahkan kejang pada sejumlah orang. Selain gluten, gandum juga mengandung glutamin dan aspartate (suatu asam amino), yang dapat mempengaruhi aktivitas listrik otak.


Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda menghindari gluten selama beberapa bulan dan perhatikan apakah serangan kejang Anda berkurang.


Kedelai dan Produknya


Kedelai dan produknya merupakan salah satu makanan yang paling sering menyebabkan terjadinya reaksi alergi di antara anak-anak dan dapat memicu terjadinya kejang dan reaksi alergi berat.


Seperti halnya gandum, kedelai juga mengandung sangat banyak glutamin, yang dapat mempengaruhi aktivitas listrik otak. Jika anak Anda mengalami kejang, cobalah untuk menghindari berbagai produk kedelai dalam makanan mereka dan perhatikan apakah kejang anak Anda berkurang.


Kedelai dan produknya dapat ditemukan pada kecap asin, tahu, edamame, tempe, susu formula bayi, sereal, sup kalengan, saus salad, daging olahan, sosis, tuna kalengan, energi bar, selai kacang rendah lemak, susu kacang, dan es krim.


Gula


Gula merupakan bahan bakar utama bagi otak, jadi terlalu banyak gula telah diketahui berhubungan dengan terjadinya kejang pada sejumlah orang. Mengurangi gula dapat membantu mengurangi dan mengendalikan kejang dengan mengurangi aktivitas otak yang berlebihan.


Diet ketogenik (rendah gula, tinggi lemak) merupakan jenis diet yang biasanya cukup bermanfaat bagi orang yang mengalami kejang, terutama penderita epilepsi, karena diet ini memaksa otak untuk berhenti mengandalkan gula sebagai sumber energinya dan menggunakan keton (yang berasal dari lemak) sebagai gantinya.


Karena gula alami yang terdapat di dalam buah segar dan sayuran biasanya tidak memicu terjadinya kejang, dianjurkan agar Anda menghindari berbagai produk gula seperti sirup jagung tinggi fruktosa, gula pasir, permen, cokelat, es krim, dessert beku, kue dan roti, sereal, kopi, minuman bersoda, dan berbagai jenis minuman manis lainnya.


Susu dan Produknya


Susu dan produknya merupakan jenis makanan dan minuman yang sering memicu terjadinya alergi dan kejang, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Selain berbagai hormon dan kontaminan lain yang berdampak negatif bagi otak, susu juga mengandung banyak glutamin.


Susu, es krim, yogurt, dan berbagai jenis keju sebaiknya dihindari oleh orang yang menderita alergi, intoleransi laktosa, atau mengalami kejang. Cobalah untuk mengkonsumsi produk dari kambung seperti susu dan keju kambing.


MSG


Berbagai jenis zat aditif di dalam makanan, termasuk MSG diduga bersifat eksitotoksin, yang berarti mereka dapat menstimulasi sel-sel saraf dengan cepat, yang dapat memicu terjadinya kejang. MSG juga mengandung glutamin.


Pemanis Buatan


Berbagai jenis pemanis buatan seperti aspartame (NutraSweet, Equal, diet soda), memiliki aktivitas eksitotoksik kuat yang dapat memicu terjadinya serangan kejang. Hal ini dikarenakan aspartame terbuat dari aspartat, suatu asam amino yang cenderung mengiritasi sistem saraf bila dikonsumsi dalam jumlah banyak atau dalam bentuk tertentu.


Selain itu, aspartame juga mengandung fenilalanin, yang bersifat racun terhadap sel-sel saraf dan telah diketahui berhubungan dengan terjadinya berbagai kerusakan saraf dan kejang. Pemanis buatan paling sering ditemukan pada berbagai jenis makanan dan minuman yang berlabel sugar-free dan rendah kalori.