Beritahati.com, Jakarta - Ketua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Umar Ohoitenan alias Umar Kei diringkus jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya saat berpesta sabu bersama tiga tekannya di Hotel Amaris, yang berlokasi dikawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Senin, 12 Agustus 2019 sore.



Selain mengamankan barang bukti sabu sebanyak 2,91 gram yang terbagi dalam 5 paket kecil, polisi juga menyita sepucuk senjata api dengan enam peluru aktif. 


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, Umar diketahui telah kecanduan sabu sejak tahun 15 tahun lalu, dan kerap kali melakukan transaksi sabu dengan para pengedar.


“Pemeriksaan kami, terhadap tersangka UK, dia telah mengkonsumsi sabu sejak tahun 2004, kami tangkap UK ini dengan bersama tiga orang rekannya dalam kamar hotel dikawasan Senen Jakarta Pusat saat sedang pesta narkoba. Sementara untuk kasus kepemilikan senjata apinya, kita akan serahkan ke bagian Reserse Kriminal Umum,” ujar Argo saat rilis kasus Umar di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/8).


Hingga kini Umar masih dilakukan pemeriksaan dan penahanan di Mapolda Metro Jaya, atas perbuatannya, Umar di kenakan pasal 112 dan 114 KUHP tentang penyalahgunaan narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.


 


Sosok Singkat Umar Kei 


Keponakan preman yang paling disegani sejak 1990-an, Jhon Refra atau Jhon Kei ini bukanlah orang sembarangan. Umar Kei merintis karir di Jakarta sebagai pemilik perusahaan jasa penagih utang. Dari situ, Umar Kei mendapatkan sedikitnya 30 persen dari jumlah utang yang dapat ditagih.






Uniknya, Umar Kei melarang anak buahnya menggunakan cara-cara kekerasan saat menagih utang kliennya. Lambat laun, Umar Kei meluaskan bisnisnya ke penjagaan lahan sengketa, pengelolaan jasa parkir, sampai pengamanan tempat hiburan dan perkantoran di Ibu Kota.


 


Pendukung 02


Akhir-akhir ini, pria yang meraih gelar sarjana di salah satu universitas di Bekasi ini juga berkiprah di dunia politik. Dari mulai 2014 hingga 2019, lewat organisasi yang dibinanya, dia ikut membantu memenangkan salah satu pasangan calon di bursa pemilihan kepada daerah hingga pemilihan presiden.






Menurut catatan, pada 2014, Umar Kei mendukung Prabowo-Hatta. Dia kembali menjadi simpatisan politik pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Anies Basweda dan Sandiaga Uno tahun 2017 lalu.


Terakhir, pada 2019 kemarin, Umar Kei mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.