Beritahati, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan 80 persen pelaku narkoba yang dibekuk jajaran Polres Metro Jakarta Barat berperan sebagai pengedar atau produsen.


"Selama tahun 2018, 80 persen yang kita ungkap adalah pengedar," kata Hengki saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba hasil operasi Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres jajaran di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/8).


Hengki mengatakan strategi memerangi narkoba di hilir adalah salah satu upaya untuk mengubah stigma Jakarta Barat yang dulu dikenal dengan sebagai surga narkoba.


Pasalnya, Polres Jakarta Barat memiliki catatan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba terbesar di Jakarta. Selama kurun waktu Juni sampai dengan Agustus 2019, Polres Jakarta Barat menangkap 8 orang tersangka penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti sabu seberat 34.000 gram dan ekstasi sebanyak 44.755 butir.


"Dulu Jakarta Barat memiliki stigma bahwa surga narkoba. Oleh karena itu, kita mengubah strategi dan sasaran sampai ke hulu, artinya pengedar dan produsen yang kita jadikan target operasi," lanjutnya.


Oleh karenanya, Polres Jakarta Barat membentuk tim khusus untuk memburu para pengedar narkoba di kawasan Jakarta dan sekitarnya.


Dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres jajaran di Mapolda Metro Jaya tersebut, Polres Metro Jakarta Barat menghadirkan berbagai barang bukti pembuatan narkoba yang disita dari tiga pabrik narkoba rumahan oleh Polres Metro Jakarta Barat.


Meski demikian barang bukti dari pabrik narkoba yang digerebek Polres Metro Jakarta Barat tidak ikut dimusnahkan karena kasusnya masih dalam penyelidikan.


Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono mengatakan tidak semua barang bukti narkoba tersebut bisa dimusnahkan karena ada barang bukti yang belum mendapat persetujuan pemusnahan.


"Hari ini akan kita musnahkan 71,8 kg sabu-sabu dan 15.326 ekstasi dan lainnya," tutur Gatot.


Menurut Gatot, total barang bukti narkoba yang disita, yakni sabu-sabu 147,12 kilogram (kg), ganja 34,64 kg, ekstasi 82.022 butir, heroin 668,10 gram, H-5 100 butir, kokain 960,77 gram, bubuk ekstasi 1.067 gram, ganja cair tiga toples, miras 10.224 botol dan 27 bungkus serta obat palsu 25.074 butir, sekaligus prekursor atau alat dan bahan pembuatan sabu-sabu.


Dalam gelar kasus tersebut, Polda Metro Jaya juga menghadirkan 154 tersangka yang ditahan oleh Direktorat Reserse Narkoba dan Polres Jajaran.


Selain itu, Gatot juga menegaskan pihaknya akan terus melancarkan perang kepada narkoba. Pihaknya juga akan bekerja sama tidak hanya dengan lembaga penegak hukum yang berada di Indonesia, namun juga menjalin kerja sama dengan mitra yang berada di luar Polri dan masyarakat.


DIa menjelaskan, ada dua langkah yang akan ditempuh Polda Metro Jaya dan dilakukan secara berkoordinasi, sinergi dan kolaborasi. Langkah pertama adalah pencegahan dan langkah kedua adalah penegakan hukum.


"Langkah ini kita lakukan secara simultan dan terus menerus, karena bagaimanapun narkoba ini merupakan tantangan kita bersama jangan sampai narkoba ini mencekoki para generasi muda kita," tambahnya.