Beritahati, Bekasi - Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata menilai kota Bekasi memenuhi syarat bergabung dengan DKI Jakarta. Hal ini sesuai Undang-undang nomor 23 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah


Nomor 78 tahun 2007 tentang syarat-syarat dasar penggabungan sebuah daerah.
"Soal kondisi sosial budaya, letak strategis geografi dan juga pertimbangan pelayanan publik dan keuangan daerah," kata Ariyanto, Minggu di Bekasi.


Untuk merealisasikan itu, Ariyanto menyarankan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi segera membentuk tim khusus perihal gagasan Jakarta Tenggara jika bergabung dengan Provinsi DKI Jakarta.


"Karena semua akan berpulang kepada aspirasi atau jawaban warga Kota Bekasi itu sendiri," jelasnya.


Ia menilai gagasan Jakarta Tenggara merupakan tawaran yang sangat strategis dan menggembirakan bagi Kota Bekasi.


Menilik sejarah, Ariyanto mengatakan, Bekasi punya akar sejarah dengan DKI Jakarta. Pada masa revolusi, Kota Bekasi merupakan kewedanaan dari Kabupaten Jatinegara, Keresidenan Jakarta, Provinsi Jawa Barat. Kewedanaan Bekasi membawahi Kecamatan Bekasi, Cibitung, dan Cilincing.


"Di Jakarta bagian timur masih ada nama jalan Bekasi, karena ada ikatan sejarah yang kuat," kata dia.


Belum lagi, ujar dia, DKI Jakarta sampai sekarang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kota Bekasi. Yaitu keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kecamatan Bantargebang. Keberadaan tempat pembuangan itu patut dipertimbangkan untuk dikaji dalam proses penggabungan wilayah.


Di temui terpisah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meyakini bila sebagian besar warganya setuju apabila Kota Bekasi bergabung dengan Provinsi DKI Jakarta. Hal itu ia katakan usai apel pagi di kompleks Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (19/8) malam.


"Kalau dijajak pendapat, pasti 60, 70, 80 persen lah, karena DKI kan punya support yang luar biasa," ujar pria yang akrab disapa Pepen ini.


Editor 2: Heros