Beritahati, Jakarta – Perjuangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam meloloskan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dari awal sampai akhir mendapat apresiasi dari para aktivis perempuan dari berbagai organisasi perempuan, yakni Komnas Perempuan, LBH APIK Jakarta, Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan (JKP3), Forum Pengadaan Layanan, Pengacara Publik dan Fatayat NU.


Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Gus Imin) menegaskan, PKB berkomitmen untuk menuntaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang tahun ini.


"PKB berusaha sekuat tenaga menuntaskan RUU tersebut tahun ini. Fenomena kekerasan seksual sudah sangat meresahkan," kata Gus Imin di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Rabu (4/9).


Gus Imin juga memerintahkan kadernya yang duduk di Komisi VIII DPR untuk terus mengawal RUU tersebut sampai selesai dan melakukan pendekatan kepada fraksi lain.
"Posisi PKB saat ini adalah berupaya merangkul dan meyakinkan seluruh fraksi di DPR, terutama kepada fraksi-fraksi yang terlanjur gengsi supaya bisa mengesahkan RUU tersebut," kata dia.


Gus Imin meyakini seluruh fraksi di DPR paham kalau RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sangat penting bagi para korban. RUU itu nantinya bakal membuka akses yang cukup bagi korban kekerasan seksual untuk mencari keadilan.


"Sekali lagi, bagi PKB, RUU ini penting untuk segera disahkan. Kami ingin subtansinya terlaksana. Tidak penting pencitraan. Semua pihak harus dapat melihat bahwa bahaya kekerasan seksual di Tanah Air sangat menakutkan," ucapnya.


Editor 2 : Heros