Beritahati, Hongkong - Buntut protes massa pro-demokrasi di Hong Kong terhadap kebijakan pemerintah yang masih berlangsung hingga saat ini berpengaruh terhadap kekayaan miliarder asal Hong Kong Peter Woo. Imbasnya, Harta Peter Woo merosot US$ 1 miliar atau Rp14,3 triliun. Tentu, itu merupakan kerugian besar baginya.


Orang terkaya ke-8 di Hong Kong itu, mengalami kerugian. Woo menentang aksi unjuk rasa di Hong Kong yang berkepanjangan.
Kegiatan unjuk rasa di Hong Kong telah berlangsung sekira 10 minggu. Di mana membuat jalan-jalan menjadi ditutup, volatilitas dipasar saham terhambat, dan mengganggu penerbangan di bandara.


Protes ini membuat kekayaan miliarder Hong Kong gonjang-ganjing sehingga banyak dari mereka yang menyerukan pemberhentian aksi protes tersebut.


Selain itu, banyak sekali konglomerat atau orang-orang kaya yang berada di Hong Kong menganjurkan untuk mengakhiri kerusuhan ini. Mereka mengatakan bahwa serangkaian tindakan kekerasan baru-baru ini untuk menentang aturan hukum telah merusak ekonomi Hong Kong dan secara serius mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga negara.


Seperti diketahui, protes tersebut dimulai dengan kemarahan massa pada RUU ekstradisi dan berubah menjadi tuntutan untuk kebebasan yang lebih besar. Hong Kong memiliki kebebasan pers dan independensi peradilan di bawah prinsip "satu negara, dua sistem" tapi kebebasan itu dikhawatirkan oleh para aktivis semakin terkikis.


Editor 2: Heros