Beritahati, Bandung - Aplikasi Hadirr berfungsi sebagai mesin absensi karyawan. Aplikasi ini hasil karya sebuah perusahaan IT dari Bandung. Aplikasi ini diklaim membuat pegawai sulit mangkir karena sistemnya dirancang kebal dibohongi oleh pegawai.


"Pemantauannya dari foto selfie," kata Chief Executive Officer (CEO) dan Co-Founder Afia Fitriati, di Bandung, Kamis (5/9).


Hadirr merupakan aplikasi berbayar dengan harga yang sangat murah, yaitu cuma Rp10 ribu per orang per bulan.
Afiati memaparkan, alasan pembuatan aplikasi itu untuk memudahkan pegawai yang bertugas mengurus sumber daya manusia.


Misalnya untuk mendata kehadiran juga absensi pegawai di suatu kantor hingga cabangnya, juga memudahkan urusan pegawai lewat ragam fiturnya.


Aplikasi ini bisa digunakan pada smartphone Android minimal versi 4.1 juga iOS 8 ke atas, Hadirr memuat tiga fitur. Fungsinya memantau kehadiran karyawan, lokasi kehadiran di jam kerja, serta jadwal kerja. Selain itu untuk mencatat dan menghitung jam lembur, pembayaran reimbursement, serta pengenalan wajah dengan biometrik.


Menurut Afia, kantor yang memakai aplikasi itu akan menyertakan semua pegawai memasang Hadirr pada smartphone masing-masing. Bukti kehadiran di kantor atau lokasi saat dinas luar kantor di jam kerja lewat swafoto alias selfie. Tiap pegawai kemudian mengirimkan foto itu lewat aplikasi ke server yang memakai komputasi awan.


"Sistem menangkal penggunaan foto di galeri smartphone," ujarnya.


Foto wajah yang selalu baru setiap hari pada hari kerja itu dideteksi oleh sistem biometrik lewat pengenalan wajah agar lebih akurat. Lokasinya pun langsung tertangkap sistem dari identifikasi lokasi perangkat global positioning system (GPS) yang dipasang.


"Aplikasi juga bisa mendeteksi GPS palsu yang dipasang pengguna," kata Afia.


Editor 2: Heros