Beritahati, Irak - Kekurangan anggota untuk melakukan teror bom bunuh diri, ISIS mulai memakai taktik teror baru, yakni menggunakan sapi sebagai pembom bunuh diri.


Di kutip New York Times, Sabtu (7/9), penduduk Al Islah di Irak menyaksikan pemandangan aneh, melihat dua sapi terpasang rompi bom bunuh diri di sisi utara desa, menurut Kolonel Ghalib Al Atyia, juru bicara kepolisian Provinsi Diyala.


Hewan-hewan itu berkeliaran di pinggiran permukiman, dan ketika mereka tampak dekat dengan rumah-rumah, bom-bom itu diledakkan dari jarak jauh, membunuh sapi dan merusak rumah-rumah di sekitarnya, tetapi tidak membahayakan siapa pun, kata Kolonel Al-Atyia.


Menurut penilaian kolonel, serangan itu mengisyaratkan bahwa ISIS, yang anggotanya berkurang tajam setelah empat tahun bertempur melawan pasukan keamanan Irak yang didukung oleh pasukan khusus Amerika, mulai menggunakan metode yang tidak konvensional karena mereka kekurangan sumber daya manusia.


Tetap saja menggunakan sapi untuk mengirim bom adalah strategi aneh di Irak, di mana hewan dihargai untuk daging dan susu. Seekor sapi dapat dengan mudah dibeli dengan US$ 1.200 (Rp 17 juta) atau lebih, dan tidak ada seorang pun di daerah itu yang ingat pernah melihat seekor sapi dikirim untuk jadi pembom bunuh diri sedemikian rupa, kata beberapa saksi mata.
Editor 2: Heros