Beritahati, Jakarta - Dalam keterangan kepada media di Jakarta Selatan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya menetapkan satu orang tersangka berinisial FBK, terkait kasus kerusuhan di Papua.


"Sudah ditetapkan tersangka baru atas nama FBK," katanya, Senin (9/9).


Dedi mengatakan, peran FBK ini sebagai aktor intelektual di lapangan. FBK juga menggerakkan sejumlah tokoh yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Papua.


"(FBK) Dia masuk ke dalam kategori sebagai aktor intelektual di lapangan, menggerakkan beberapa tokoh yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua yang ada di Jawa maupun yang terkoneksi di Papua juga," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/9).


Dedi menambahkan, FBK ditangkap di Papua saat akan berangkat ke Wamena. Dia juga dinilai melakukan provokasi secara langsung. Terkait dugaan provokasi melalui media sosial, polisi masih mendalaminya.


Dan, FBK merupakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen).


"Dia menggerakkan dari sisi akar rumput, dia juga aktor lapangan kerusuhan yang ada di Jayapura maupun di beberapa wilayah di Papua," katanya.


Sebelumnya, per Kamis (5/9) jumlah warga yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus demonstrasi berujung anarkis di Papua, ada 57 tersangka. Sementara untuk kasus kericuhan di Papua Barat, ada 21 tersangka.


Para tersangka yang merupakan eksekutor lapangan tersebut sebagian besar dikenakan Pasal 170 ayat 1 KUHP, 385 KUHP, 187 KUHP, 160 KUHP, Pasal 1 UU Darurat Tahun 1951, 212 KUHP dan Pasal 100-110 KUHP.