Beritahati, Jambi - Tim gabungan Satreskrim Polresta dan Resmob Polda Jambi berhasil menangkap dua orang pemuda diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap karyawan Alfamart yang terjadi Kamis (5/9) di rumah indekos korban, di kawasan Simpang Palembang, Kebun Bohok, Kota Jambi.


Kejadian pembunuhan itu sendiri terjadi pada Kamis 5 September lalu sekitar pukul 19.40 WIB di alamat rumah indekos korban di Jalan Mpu Sendok Lorong Pepaya RT. 14, Kelurahan Solok Sipin, Kota Jambi.


Saat ditemukan kondisi mayat korban sudah mulai membusuk akibat mengalami luka tusuk di punggung belakang bagian atas sebanyak tiga lubang dan luka tusuk di bagian belakang telinga. Jenazah korban saat itu langsung dibawa ke RSUD Raden Mattaher untuk divisum dan pelakupun kabur.


Setelah melakukan penyidikan dan penyelidikan diketahui pelaku pembunuhan pegawai Alfamart berinisial RA (26) dan S (23). Sampai akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan


Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Fajar Gemilang menjelaskan proses penangkapan kedua pelaku merupakan kerja sama antara Satreskrim Polresta Jambi yang dibantu oleh Tim Resmob Polda Jambi, mulai dari mengumpulkan barang bukti dan keterangan para saksi hingga mendapati kedua tersangka.


Setelah mendapati identitas para pelaku pihaknya melakukan penyelidikan hingga Senin malam (9/9) sekitar pukul 17.20 WIB mengetahui keberadaan pelaku. Setelah dikembangkan tim Jatanras Polda Jambi melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan kedua pelaku.


Berdasarkan informasi, kedua pelaku saat diamankan mencoba berontak dan kabur sehingga aparat kepolisian memberikan tindakan tegas dengan menembakan timah panas.


Untuk S sendiri terkena peluru di betis kanan dan paha kirinya, sementara RA harus merasakan satu timah panas yang bersarang di betis kirinya.


Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jambi, Kombes Pol M Edy Faryadi Senin (9/9/2019) malam mengatakan, kedua pelaku ini telah berteman dekat dengan korban. Kemudian, pelaku memiliki niatan untuk menguasai barang milik korban.

"Barang yang diambil oleh pelaku yakni laptop, gawai dan uang milik korban," kata Edi Faryadi.


Ia menyebut, petugas membutuhkan waktu lima hari guna mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Sementara ini, polisi masih melakukan penyelidikan motif kedua pelaku nekad mengabisi nyawa korbannya dengan sadis dan meninggalkan korban dalam kamar rumah indekosnya.


Kedua pelaku bisa dijerat Pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal seumur hidup dan minimal 20 tahun penjara.


Barang bukti yang berhasil diamankan polisi ada satu unit telepon genggam Oppo warna putih, satu laptop dan satu unit sepeda motor Suzuki Sky Wave warna hitam gold milik korban serta satu pisau yang mereka gunakan untuk mengabisi nyawa korban.