Beritahati, Jakarta – Terdakwa suap jual beli jabatan, Romahurmuziy (Romi) beserta Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin bersama- sama menerima duit suap Rp325 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin.


"Terdakwa Muchammad Romahurmuziy bersama-sama dengan Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama, pada waktu antara 6 Januari 2019 sampai dengan 9 Maret 2019 atau setidak-tidaknya Januari sampai Maret, bertempat di jalan Batuampar 3 No 04 kelurahan Batuampar, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, di Hotel Mercure Surabaya, dan di Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur," kata jaksa KPK, Wawan Yunarwanto di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Rabu (11/9).


"Sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, menerima hadiah yaitu menerima uang seluruhnya sejumlah Rp325 juta dari Haris Hasanuddin," ia menambahkan.


Dalam surat dakwaan Romi, Jaksa tidak merinci duit yang diterima oleh Lukman. Namun dalam surat dakwaan Haris Hasanuddin, yang sudah divonis bersalah, disebutkan secara rinci bahwa Lukman menerima Rp70 juta.


Uang itu diberikan dalam dua tahap yakni, Rp50 juta di Hotel Mercure Surabaya, pada 1 Maret 2019 dan Rp20 juta di Pesantren Tebu Ireng Jombang pada 9 Maret 2019. Dalam persidangan sebelumnya Lukman juga disebut terbukti menerima duit Rp70 juta tersebut.


Jaksa menyebut awalnya Haris khawatir tak terpilih menjadi Kakanwil Kemenag Jatim karena pernah dijatuhi sanksi disiplin pada 2016. Salah satu syarat untuk menduduki jabatan tersebut, adalah tidak pernah dijatuhi sanksi disiplin Pegawai Negeri Sipil dalam lima tahun terakhir.


Dalam pertemuan itu, Romi yang saat itu masih menjabat Ketua Umum PPP bersedia menyampaikan keinginan Haris kepada Lukman.


Haris pun gagal pada tahap seleksi administrasi. Namun dengan intervensi dari Lukman dan Romi, Haris pun lolos.



Pada tahap seleksi selanjutnya, Haris juga tidak masuk dalam daftar tiga besar calon Kakanwil Jawa Timur. Lolosnya Haris pun sempat ditentang kalangan internal Kemenag dan Komite Aparatur Sipil Negara. Namun, ungkap Jaksa, sejak awal, Lukman telah memutuskan untuk memilih Haris menjadi Kakanwil Jatim.