Beritahati, Malang – Remaja berusia 17 tahun di Malang nekat membunuh begal yang merampoknya. Selain itu juga dia melindungi sang kekasih yang terancam akan diperkosa oleh para pembegal.



Diketahui, ZA membunuh pelaku begal bernama Misnan (33) di perkebunan tebu, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang pada Minggu (8/9).
Siswa yang duduk di bangka SMA tersebut kini terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun.


Dalam pembelaannya, ZA mengaku membunuh Misnan lantaran kesal akan dirampok dan kekasihnya, V hendak diperkosa.


Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, pihaknya sangat memahami perbuatan ZL hingga menusuk korban yang sebelumnya berniat merampas barang berharga dan bahkan hendak memperkosa pacarnya.


Adanya unsur pembelaan tersebut, lanjut Yade, tengah didalami selama proses penyidikan berjalan. Di sisi lain, penyidik tak memiliki kewenangan memutuskan.


"Dalam Undang-Undang Hukum Pidana, diatur yang berwenang untuk memutuskan perbuatan tersebut masuk kategori pembelaan diri atau noodweer sebagaimana dalam Pasal 49 KUHP adalah hakim, bukan penyidik Polri," tandas Yade.


Yade menegaskan pihaknya menerapkan diskresi dengan tidak melakukan penahanan berdasarkan pertimbangan dari kronologi kejadian serta alasan-alasan subjektif lainnya.


"Jadi tidak dilakukan penahanan, akan diberlakukan wajib lapor yang sesuai dengan jam belajar mengajar yang bersangkutan (ZL)," beber Yade.


"Sementara untuk pelaku begal, dari empat orang komplotannya, dua orang sudah diamankan dan dilakukan penahanan. Satu masih masuk DPO, dan seorang lagi pelaku yang tewas ditikam oleh ZL," tandasnya.