Beritahati, Jakarta – Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta yang baru banyak yang sudah menggadaikan surat keputusan (SK) penetapan DPRD ke bank. "Sudah ada yang menggadaikan ke Bank DKI," kata Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Muhammad Yuliadi.


Yuliadi menuturkan pihak Bank DKI telah menghubunginya bahwa ada beberapa anggota DPRD DKI yang mau menggadaikan SK. Ia pun menyerahkan keputusan menerima atau tidak gadai SK itu ke pihak bank. "Bank DKI nanya kalau mereka mau menerima (gadai SK)," ucapnya.


Penghasilan pimpinan dan anggota DPRD terdiri dari uang representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan alat kelengkapan, dan tunjangan alat kelengkapan lain.


Selain itu, pimpinan dan anggota Dewan memperoleh tunjangan komunikasi intensif dan tunjangan reses. Masing-masing anggota dewan bisa mendapat penghasilan sektar Rp 111 juta perbulan.


Menurut dia, dewan yang mengagunkan SK mereka ke bank sudah ada sejak lama. Legislator periode sebelumnya pun banyak yang mengagunkan SK mereka untuk meminjam uang ke bank. "Pinjaman untuk berbagai kebutuhan seperti perbaiki rumah, beli mobil hingga ada yang buat syukuran," ujarnya.


Jika diagunkan, kata dia, nantinya pihak bank langsung memotong gaji dewan yang ditransfer dari Sekretariat DPRD DKI. Menurut dia, pihak bank menerima SK sebagai agunan Karen telah melihat gaji bersih yang diterima legislator Kebon Sirih. "Itu dia. Dasar bank mau menerima SK karena melihat take home pay."