Beritahati, Riau – Para pemilik tanah memanfaatkan musim panas untuk membuka ladang baru. Namun sayang, cara yang ditempuh merugikan banyak pihak, yakni dengan membakar hutan.


Saat ini tak hanya kabut asap, api juga kerap menjalar ke area yang berbahaya. Seperti yang terjadi di Riau ladang minyak milik PT Pertamina terancam akibat ulah tersebut.


"Akan sangat membahayakan, bila api membakar sumur minyak Pertamina. Kawasan ini mendapat prioritas utama," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo.


Api yang berkobar dekat ladang minyak, tentu sangat berbahaya. Itu sebabnya, kawasan tersebut mendapat prioritas untuk pengamanan.


Tiga helikopter dikerahkan untuk membawa air dan menjatuhkannya dari udara. Sementara itu, Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan setempat bekerja melakukan pendinginan. Kebakaran sudah melanda hutan di Riau selama dua bulan. Ada 44 titik api yang dideteksi oleh petugas.


Kabut Asap Bikin Kacau Jadwal Penerbangan, lalu sejumlah kapal tanker berlabuh di sekitar perairan Pulau Rupat yang berkabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kecamatan Rupat Selatan, kabupaten Bengkalis, Riau.


Sedangkan di Jambi, kebakaran lahan sudah mulai masuk ke kawasan hutan lindung. Petugas sibuk memadamkan api, baik dari darat maupun udara guna menyelamatkan Hutan Lindung Gambut Londerang.