Beritahati, Bangkalan – Mantan Bupati Bangkalan, RKH Fuad Amin Imron meninggal dunia di Graha Amerta RSU dr Soetomo Surabaya, Senin 16 September 2019 sekitar pukul 16.12 WIB dan saat ini jenazahnya dalam proses pemulangan ke rumah duka. Fuad akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Desa Martajasa, Bangkalan. Fuad Amin akan dimakamkan di area pemakaman Syaichona Kholil.


Menurut kerabat almarhum RKH Hasbullah di Bangkalan, Senin malam, rencananya pemakaman almarhum akan dilakukan Selasa (17/9) pagi di pemakaman keluarga Bani Kholil. "Beliau akan dimakamkan besok," kata RKH Hasbullah.


Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron, terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), meninggal dunia pada usia 71 tahun. Fuad Amin telah divonis 13 tahun penjara dan seluruh hartanya yang mencapai Rp250 miliar dirampas untuk negara.


Sebelumnya Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 3 Februari 2016 memutuskan memperberat vonis Fuad Amin menjadi 13 tahun ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan dan pencabutan hak memilih dan dipilih selama 5 tahun sejak selesai menjalani pidana penjara. Fuad Amin terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.


Putusan itu memperberat putusan di tingkat pengadilan negeri yaitu pada 19 Oktober 2015 saat Fuad Amin divonis 8 tahun dan denda Rp 1 miliar subsisder enam bulan penjara ditambah perampasan uang yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi dan pencucian uang yaitu sebesar Rp234,07 miliar dan 563,322 ribu dolar AS.


Fuad kemudian menempatkan harta kekayaan di Penyedia Jasa Keuangan, melakukan pembayaran asuransi, membeli kendaraan bermotor, membayar pembelian tanah dan bangunan dengan tujuan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.


Ketiga, Fuad melakukan pidana pencucian uang pada periode 2003-2010 sebagaimana dakwaan ketiga, dan akhir-akhir ini Fuad Amin diketahui sedang mengajukan Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat saat ini.