Beritahati, Denpasar – Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Benny Susanto memimpin upacara pelepasan jenazah aktivis hak asasi manusia H.S. Dillon yang berlangsung di rumah duka RSAD Udayana, di Jalan Sudirman, Denpasar, Selasa (17/9). Selain dikenal sebagai aktivis HAM, sosok Dillon juga dikenal menjadi ikon dalam hal persahabatan antara India dan Indonesia.


"Hari ini saya memimpin upacara pelepasan jenazah almarhum ke tempat krematorium untuk dikremasi karena beliau mendapatkan hak untuk diupacarai secara militer untuk pemakaman," kata Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, setelah melepas jenazah Dillon, di RSAD Udayana.


Benny mengatakan almarhum Dillon pernah mendapatkan tanda kehormatan Jasa Bintang Mahaputra Utama. Tanda kehormatan itu, diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo tahun 2015. Menurut dia, ini merupakan penghargaan tinggi, sehingga patut memberikan penghormatan kepada almarhum HS Dillon.


"Bintang jasa yang beliau miliki adalah Mahaputra Utama. Ini penghargaan yang diberikan negara. Saya yakin negara memberikan bukan pada orang sembarangan, karena ini penghargaan yang tinggi sehingga kami patut memberikan penghormatan kepada beliau," ucap Benny.


Pihaknya juga merasakan kehilangan dari sosok Dillon, dalam memberikan kontribusi yang besar untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, Benny berharap kita dapat meneladani sosok dari Dillon.


Dillon meninggal dunia pada usia 74 tahun dalam perawatan karena sakitnya di RS Siloam Bali di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung. Dillon dinyatakan meninggal karena penyakit komplikasi jantung dan paru-paru pada Senin (16/9), sekitar pukul 18.27 Wita. Rencananya, jasad HS Dillon akan diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan di Kalibata.