Beritahati, Jakarta - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan menangkap 26 pelaku tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti pencurian, penipuan dan tawuran atau perkelahian antarwarga sepanjang September 2019.


Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Bastoni Purnama saat memimpin gelar perkara di Mapolrestro Jakarta Selatan, Selasa, mengatakan penangkapan para pelaku kriminalitas tersebut dilakukan dalam operasi premanisme yang dilakukan oleh jajarannya berserta jajaran polsek di wilayah.


"Dari hasil operasi selama September ini ditangkap pelaku sebanyak 26 orang dengan total kerugian senilai Rp553 juta," kata Bastoni, Rabu (18/9).


Ia menjelaskan, beberapa kasus tersebut di antaranya kepemilikan senjata tajam seperti celurit dan senjata api, pencurian kendaraan bermotor, penguna plat nomor palsu, tawuran antarkelompok serta remaja, dan kasus penipuan mengaku anggota BNN maupun anggota polisi.


Menurut Bastoni, tindak kejahatan yang cukup mendominasi terjadi di wilayah Polres Metro Jakarta Selatan adalah pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor.


"Bulan ini pelaku pencurian kendaraan bermotor yang diamankan ada empat orang," katanya.


Maraknya tindak kriminalitas di wilayah tersebut, Bastoni mengatakan pihaknya melakukan upaya-upaya strategis supaya kasus serupa tidak terjadi lagi.


Adapun upaya antisipasi yang dilakukan seperti patroli rutin, baik yang dilaksakan anggota Shabara dan Reskrim dengan tim khususnya 'Eagle One'.


"Kami juga punya program Sambang oleh anggota Bhabinkamtibmas, serta menugaskan Kasat maupun Kabag menjadi inspektur upacara di sekolah-sekolah," katanya.


Upaya lainnya melakukan sosialisasi terus menerus kepada pelajar dan memberikan imbauan tidak tawuran dan hati-hati dalam perjalanan maupun memarkirkan kendaraannya.


"Kami juga mengimbau warga untuk berhati-hati berkendaraan pada malam hari," kata Bastoni.