Beritahati, Kalteng – Upaya penanganan kesehatan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) imbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan Kementerian Kesehatan dengan mengirimkan tim medis dan logistik ke provinsi itu.


Dalam siaran pers Kemenkes, Tim medis ini terdiri dari Pusat Krisis Kesehatan, Gizi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Surveilans, dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangkaraya, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dan dokter spesialis paru.


Sementara logistik yang didistribusikan antara lain masker, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita guna meningkatkan gizi, dan alat penjernih udara.



Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul menyampaikan saat ini karhutla di wilayah Kalteng semakin meluas. DI sisi lain Pemprov Kalteng mengalami kesulitan air bersih.


"Mayoritas lahan yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga proses pemadaman membutuhkan banyak air, di sisi lain di Provinsi Kalteng saat ini tengah kesulitan air," kata Suyuti dikutip dari Antara, Jumat (20/9).

Suyuti menambahkan Tim Dinkes Kalteng telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dampak karhutla seperti penguatan jejaring Puskesmas, meningkatkan sistem kewaspadaan dini, sosialisasi ke sekolah dan pesantren, menyediakan rumah singgah dengan ruang oksigen dan ruang pengungsian khusus untuk bayi, membagikan masker, serta menyiagakan fasilitas kesehatan.


Total ada lebih dari 200 Puskesmas, 24 Rumah Sakit baik milik pemerintah, RSUD, TNI, Polri maupun swasta yang disiagakan untuk warga terdampak karhutla.