Beritahati, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebut akan segera menemui mahasiswa yang melakukan demonstrasi pada Jumat (27/9).


"Besok kami akan bertemu dengan para mahasiswa terutama dari BEM," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis kemarin.


Presiden Jokowi menyampaikan hal itu seusai bertemu sejumlah tokoh-tokoh nasional di lokasi yang sama untuk membicarakan persoalan terkini bangsa seperti kebakaran hutan, RUU KUHP, UU KPK dan demonstrasi mahasiswa.


"Saya menyampaikan penghargaan saya, apresiasi saya terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa yang ini saya kira sebuah bentuk demokrasi yang ada di negara kita," tambah Presiden.


Namun Presiden meminta agar demonstrasi tidak merusak fasilitas umum.


"Dan masukan-masukan yang disampaikan menjadi catatan untuk memperbaiki yang kurang di negara kita yang paling penting jangan sampai demo merusak fasilitas umum, anarkis dan merugikan kita semua," ungkap Presiden.


Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta Kapolri Tito Karnavian agar jangan bertindak represif terhadap mahasiswa,


"Tadi kami sudah dapat masukan, nanti saya akan telepon langsung kepada Kapolri agar dalam menangani setiap demonstrasi itu dilakukan dengan cara-cara yang tidak represif, yang terukur tapi kalau sudah anarkis seperti tadi malam ya memang harus tindakan tegas," tambahnya lagi.


Unjuk rasa besar dimulai pada Senin (23/9), terutama Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Orasi-orasi mereka menekan DPR yang dinilai tak mendengarkan aspirasi rakyat.


Sasaran demo mahasiswa di berbagai kota adalah gedung parlemen di daerah masing-masing. Khusus di Jakarta aksi digelar di depan Gedung DPR dengan protes terutama dipicu pengesahan revisi UU KPK dan substansi revisi UU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


Pelemahan pemberantasan korupsi serta sejumlah substansi RKUHP yang dinilai mengintervensi wilayah privat disorotin dan selanjutnya adalah RUU Pemasyarakatan yang mempermudah syarat remisi dan pembebasan bersyarat narapidana kejahatan luar biasa, termasuk korupsi dan teroris.