Beritahati, Sukabumi - Hadi (53 tahun) Ayah kandung bocah perempuan NP (5 tahun), berharap pembunuh putrinya dihukum mati. Hadi menilai apa yang dilakukan Ibu angkatnya berinisial SR dan kedua anaknya, RG dan RD sangat kejam.


Padahal Ibu SR menjadikan NP sebagai anak angkat saat NP berusia dua tahun.


"Kalau dihukum, hukum mati saja kalau bisa. Anak saya meninggal ya pembunuhnya juga harus mati," ujar Hadi saat ditemui media di rumahnya di Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Jumat (27/9).


Pada pemberitaan sebelumnya, jenazah NP ditemukan dalam kondisi tidak wajar di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2019) siang.


Ternyata, anak perempuan itu tewas dibunuh oleh ibunya SR dan kakak angkatnya berinisial RG. Sebelum dibuang ke sungai, bocah malang ini sempat diperkosa RG bersama adiknya RD. Polisi kemudian menangkap ketiga pelaku.


Pemerkosaan dan pembunuhan terjadi di rumah kontrakan pelaku di Kampung Bojongloa, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, pada Minggu pagi sebelum jenazah NP dibuang.


Cerita Singat Kejadian
Tabir baru terungkap dalam kasus pembunuhan keji terhadap NP dilakukan RG (16) dan RD (14) itu hanya karena kesal kerap diminta uang oleh adik angkatnya.


Mereka secara bergantian memerkosa adik angkatnya seusai mandi, lalu membunuh dan membuang mayatnya ke sungai.


Belakangan diketahui, Ibu SR, bahkan yang menyuruh kedua anaknya untuk membunuh adik angkatnya. Bejatnya lagi, Ibu SR kerap berhubungan intim atau inses dengan kedua anaknya tersebut.


Fakta pemerkosaan disertai pembunuhan dan hubungan inses anak-ibu:
Korban Diperkosa dan Dibunuh setelah Mandi
Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan, peristiwa ini pemerkosaan dan pembunuhan ini berawal saat pelaku RD melihat korban NP sehabis mandi. Saat itu timbul niat bejat dan dia langsung memerkosa korban di dalam rumah.


“Tak lama kakaknya RG datang dan melihat adiknya RD sedang memerkosa adik tiri mereka. RG pun ikut memerkosa korban,” ujar Nasriadi, Selasa (24/9/2019).


Ibu Angkat Korban Ikut Menyaksikan
Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengungkapkan, kasus pemerkosaan disertai pembunuhan yang dilakukan RG dan RD diketahui SR, ibu angkatnya.


Namun, SR hanya diam saat melihat kedua anaknya mencabuli NP. Setelah itu, SR menyuruh kedua anaknya untuk menghilangkan jejak. Mereka pun membuang tubuh NP di Sungai Cimandiri yang akhirnya ditemukan warga.


RG dan RD Kesal karena Korban Kerap Minta Uang
Dalam pengakuannya, tersangka RG dan RD kesal lantaran korban yang masih anak-anak kerap meminta uang. Kasus ini masih ditangani Mapolres Sukabumi.
“Kami akan tes kejiwaan para pelaku,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi.


Usai Memperkosa Korban, Kakak Adik Bergiliran Setubuhi Ibunya
Setelah memerkosa korban dengan cara dicekik hingga tewas, pelaku RG dan RD kemudian menyetubuhi SR, ibu kandungnya di samping jenazah korban.


SR Merasa Kesepian karena Suaminya Sudah Tua
SR mengaku berhubungan badan dengan kedua anak kandungnya lantaran suaminya sudah tua sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan bilogisnya.


Usia SR dan suaminya terpaut jauh sampai 30-an tahun. Hal ini yang diduga menyebabkan dia tak mendapat kebutuhan biologis hingga berhubungan intim dengan kedua putranya.


“Semua terjadi begitu saja. Saya menurunkan celana anak saya. Bersama RG sudah tiga kali dan RD dua kali,” katanya.


RG dan RD Terpengaruh Film Porno
Aksi keji RG dan RD terhadap adik angkatnya dengan memerkosa dan membunuhnya karena terpengaruh film porno yang kerap ditontonnya.


“Untuk dua tersangka ini berbuat cabul karena pengaruh sering menonton film porno dan berfantasi. Kami akan tes kejiwaan ketiganya, khususnya SR,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, ketiga tersangka dijerat Pasal 80, 81, dan 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.